Dirjen Kemenkes Dorong Perbaikan Sistem Layanan RSUP Kandou

0
239

Manado, SULUTREVIEW

Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr Bambang Wibowo SpOG (K) MARS mendorong RSUP Prof Dr RD Kandou membangun dan memperbaiki sistem layanan.

Menurut dr Wibowo, hal tersebut merupakan komitmen yang harus dilakukan, sebagai upaya menjawab tagline HUT ke 25 RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, yakni SDM Unggul Meningkatkan Mutu Pelayanan di Era Revolusi Mental dan Industri 4.0.

“Sebagai rumah sakit pendidikan, RSUP Kandou harus membangun sistem yang lebih baik. RSUP Kandou jangan hidup dengan dirinya sendiri, apalagi sampai mengesampingkan preventif dan promotif,” ungkapnya di sela sukacita HUT ke-25 keluarga besar RSUP Kandou yang dipusatkan di halaman gedung Cardiac Center RSUP Kandou Malalayang, Senin (10/02).

Di sisi lain, dr Wibowo juga me-warning para tenaga dokter yang ada di Sulut, agar memperhatikan Angka Kematian Ibu (AKI) yang melahirkan, yang sejauh ini masih memprihatinkan.

“Data dari Kemenkes tahun 2015, jelasnya, tercatat dari 100.000 kelahiran hidup di Indonesia, 305 di antaranya berakhir dengan kematian sang ibu. Tingginya AKI tersebut, yakni 305/100.000 kelahiran hidup – mendorong pemerintah untuk menurunkan AKI dari 205/100.000 kelahiran menjadi 276/100.000 kelahiran hidup,” tandasnya.

Ditambahkan dr Wibowo, yang menjadi tantangan Fakultas Kedokteran dan RSUP Kandou sebagai rumah sakit pendidikan, alumni maupun pemerintah daerah, adalah bagaimana melihat kebutuhan tenaga dokter di Puskesmas.

“Idealnya setiap Puskesmas harus ada dokter. Di mana kebutuhan dokter masih 10 % lagi. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tandasnya sembari mengingatkan masalah stunting juga masih menjadi perhatian serius. Sebab hal ini menyangkut kualitas SDM di masa mendatang.

“Stunting saat ini tercatat ada 27%. Tahun ini harus turun 14%,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou, Dr dr Jimmy Panelewen Sp B KBD mengatakan, sebagai rumah sakit rujukan tingkat nasional di Indonesia Timur, pihaknya akan terus berbenah.

Bukan hanya fokus pada program prioritas nasional, RSUP Prof Dr RD Kandou akan bekerja keras sehingga angka kematian ibu dan anak, turun.

“Memang selama itu kasus program  untuk menurunkan stunting dan Angka Kematian Ibu dan Anak, ada di level bawah yakni Puskesmas.  Sekarang RSUP Kandou harus ambil peran dan support, karena keilmuan dan SDM ada di rumah sakit,” ujarnya sembari menambahkan bahwa masalah stunting akan berpengaruh pada kualitas bangsa.

“Makanya rumah sakit harus berperan. Tidak bisa menunggu bola kita harus ambil komtmen,” sebutnya.

“Saat ini kita juga ambil komitmen dengan menjangkau ke luar, dengan melibatkan empat rumah sakit regional, yaitu Walanda Maramis, Noongan, Popundayan dan Liun Kendage. Upaya ini diharapkan akan menurunkan angka stunting maupun Angka Kematian Ibu,” tukasnya.

Sebelumnya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulut, Drs Edison Humiang yang mewakili gubernur menyampaikan momentum HUT akan memacu semangat berkarya bagi keluarga besar RSUP. Terutama meningkatkan kualitas layanan yang semakin baik bermutu, kualitas bahkan profesional.

“Untuk mewujudkan Indonesia sehat, pemerintah fokus pada pencapaian sasaran utama pembangunan, dengan meningkatkan gizi ibu hamil, meningkatkan akses layanan mutu kesehatan, meningkatkan cakupan kesehatan secara universal hingga terpenuhinya tenaga kesehatan maupun vaksin.

“Terlebih penting bagaimana meningkatkan respon sistem kesehatan, serta meningkatkan pelayanan kesehatan mendasar,” ujarnya.

Turut hadir Dirjen Kesehatan Masyarakat dr Kirana Pritasari, Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw, tokoh agama dan masyarakat serta keluarga besar RSUP Kandou.(eda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here