Manado, SULUTREVIEW
Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw memberikan edukasi 266 peserta pelatihan dasar (latsar) CPNS golongan III angkatan I/VII di lingkup Pemprov Sulut, yakni mampu membawa warna dan mengubah mindset sebagai birokrat andal.
Menurutnya, untuk menjadi PNS bukan hal mudah. Ada proses panjang yang harus ditempuh. Sehingga merupakan kebanggaan jika mampu melewati tahapan seleksi. Di mana dari 260 juta penduduk hanya 2% yang jadi PNS.
“Banggalah menjadi PNS, milikilah stigma dan ekspektasi sebagai birokrat yang baik. Artinya, ketika keluar dari latsar bawa warna dan mindest baru sebagai birokrat,” kata Kandouw saat mengedukasi peserta latsar di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Maumbi, Kamis (06/2).
Melalui tempaan karakter, Kandouw optimistis peserta latsar CPNS akan menjadi tulang punggung PNS ke depan. “Mudah-mudahan tahapan latsar akan memperbaiki karakter dari orang biasa menjadi PNS yang diteladani, pola anutan dan role model,” tandasnya.
Bukan hanya itu, wagub juga memberikan apresiasi tinggi kepada peserta latsar yang keluar dari zona nyaman, karena memilih penempatan di wilayah perbatasan dan kepulauan.

“Salut kepada kalian yang keluar dari comffort zone,” tandasnya.
Wagub menambahkan, Pemprov Sulut sempat vakum selama 7 tahun tidak melakukan rekrutmen. “Dengan demikian kalau saat ini ada penerimaan dapat menciptakan PNS yang qualified, berintegritas dan kredibel.
“Dedikasikan panggilan bahkan passion kalian. Jangan setengah hati,” kuncinya.
Menarik, Wagub Kandouw juga berbincang dengan peserta latsar, tentang latar belakang pendidikan, asal hingga penempatan yang diwarnai dengan joke sehingga peserta latsar tidak tenggang.
Turut hadir, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sulut Gammy Kawatu dan Kepala Badan Pengembangan SDM Provinsi Sulut, Paulus Tamaka.(eda)













