Gus Nabil  : Indonesia Kehilangan Ulama Kritis Terhadap Nasib Bangsa

0
128

Jakarta, SULUTREVIEW

Tak hanya Nahdlatul Ulama (NU), Rakyat Indonesia kehilangan sosok ulama yang kritis terhadap nasib dan masa depan bangsa.

Demikian Rillis yang diterima dari Ketua Umum Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU), Muchamad Nabil Haroen, Minggu malam (2/2/2020) dalam menyikapi kabar duka wafatnya KH Salahudin Wahid, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Salahudin Wahid yang akrab disapa Gus Solah  meninggal dunia pada Minggu (2/2/2020), sekitar pukul 20.55 WIB di RS Harapan Kita karena sakit Jantung.

Di mata Muchamad Nabil Haroen  yang akrab disapa Gus Nabil ini, Gus Solah salah satu ulama aset bangsa yang luar biasa.

“Di NU, beliau dikenal sebagai sosok yang kritis dan selalu memberikan saran dan nasihat yang luar biasa. Tak hanya NU, rakyat Indonesia kehilangan ulama besar yang dikenal kritis ” kata Muchamad Nabil Haroen.

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Perjuangan ini  mengatakan semasa hidupnya  Gus Solah juga dikenalnya sebagai sosok sangat dihormati, termasuk oleh para petinggi NU.

“Kenangan  terakhir bertemu beliau pada tanggal 29 Desember 2018.  Saat itu, saya   mendampingi Ketua Umum NU Said Aqil Siraj  dan keluarga sowan ke beliau.  Suasana sangat hangat dan penuh kekeluargaan,” ujar Gus Nabil.

Dia pun bersyukur masih sempat menatap wajah Gus Solah untuk terakhir kalinya. Ketika mendengar  berita duka tersebut, Gus Nabil langsung ke RS Harapan Kita.

“Alhamdullilah saya diberi kesempatan menatap wajah beliau untuk terakhir kalinya, sebelum dimandikan dikafani. Selamat jalan Gus Solah. Rakyat Indonesia kehilanganmu,” ujar Gus Nabil.(rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here