Hasil Laboratorium, Penerjemah yang Dirawat di RSUP Prof Kandou  Negatif Virus Corona

0
203
dr Debie Kalalo

Manado, SULUTREVIEW

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dr Debie Kalalo mengeluarkan rilis resmi berkaitan dengam hasil pemeriksaan laboratorium, bahwa WNI yang berinisial GM negatif virus Corona.

Berdasarkan pemerriksaan yang dilakukan tim kesehatan sesuai SOP terhadap satu orang WNI berinisial GM dalam status pengawasan terhadap infeksi novel corona virus Wuhan karena mempunyai riwayat perjalanan atau bepergian ke Cina, maka dapat diinformasikan bahwa yang bersangkutan adalah penerjemah di salah satu maskapai penerbangan yang melayani rute Indonesia ke beberapa kota di Cina.

Yang bersangkutan, kata Kalalo dalam pengawasan di RSUP Prof RD Kandou sejak 25 Januari 2020.

“Hasil pemeriksaan laboratorium Balitbang Kementerian Kesehatan RI menunjukkan ternyata yang bersangkutan negatif vius Corona,” katanya, Kamis (30/1).

“Hasil laboratorium dari Badan Litbangkes Kemenkes RI pada tanggal 30 Januari 2020 adalah negatif Novel Coronavirus (2019 nCoV),” katanya lagi.

Sebagaimana diketahui, yang bersangkutan dalam pengawasan di RSUP Prof. Dr. R.D Kandou sejak tanggal 25 Januari 2020 pukul 14 20 wita.

“Sesuai pedoman kesiapsiagaan menghadapi infeksi Novel Coronavirus (2019 nCoV) dan Kementerian Kesehatan RI, dilakukan penanganan dan pengambilan specimen usap Nasopharing atau Orofaring oleh Intalasi Laboratonum RSUP Prof. Dr. R.D Kandou tanggal 25 Januari 2020 pukul 16 30, kemudian dikirim ke Badan Litbangkes,” urainya.

Lanjut dia, yang bersangkutan ditangani oleh tim ahli di RSUP Prof. Dr. R.D Kandou sesuai standard.

“Yang selanjutnya, perkembangan kondisi yang bersangkutan menunjukkan kondisi membaik secara signifikan sampai dengan hasil laboratarium dikeluarkan oleh Badan Litbangkes Kemenkes RI, pada tanggal 30 Januan 2020,” tambahnya sembari memberi imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat agar melakukan langkah-langkah pencegahan melalui pola hidup sehat dan bersih.

Antara lain sering mencuci tangan dengan sabun dan bilas setidaknya 20 detik. Serta keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai.

“Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, dapat menggunakan alkohol 70 hingga 80 persen handrub. Gunakan masker bila batuk atau pilek serta menutup mulut dan hidung dengan tissue ketika bersin atau batuk. Dan jangan lupa untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, perbanyak buah dan sayuran,” jelasnya.

Warga juga diimbau untuk rajin berolahraga dan istirahat yang cukup. Jika memiliki gejala batuk, pilek dan sesak, segera berobat ke fasilltas kesehatan.(srv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here