Syarif Hasan: Investasi dan Kerja Sama China Bisa Ditinjau Ulang

0
85

Jakarta, SULUTREVIEW

Wakil Ketua MPR RI, Syarif Hasan menegaskan China tidak mempunyai niat baik untuk mematuhi batas wilayah Perairan Indonesia.

“Kalau memang China tidak mau mematuhi aturan soal perbatasan itu, bila perlu bisa dilakukan peninjauan kembali investasi mereka di Indonesia,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya Gedung Nusantara III Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Namun langkah diplomatik harus menjadi upaya pertama yang dilakukan pemerintah Indonesia sesuai dengan aturan internasional karena China telah telah melakukan pelanggaran melalui kapal-kapal mereka di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna, kata anggota komisi I DPR RI itu.

Menurutnya ZEE Indonesia itu telah ditetapkan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982 sehingga China harus mematuhi aturan tersebut karena bagian dari UNCLOS 1982.

“Kita melihat sengketa perbatasan tidak hanya dengan Indonesia melainkan juga dengan Philipina, Vietnam, Malaysia dan Brunai Darussalam. Dalam sengketa itu, Philipina menang dalam pengadilan internasional. Walau demikian, China tidak patuh atas keputusan Mahkamah Internasional tersebut,” kata Syarif.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu, selain meninjau kembali investasi China di Indonesia, perlu juga dilakukan pemanggilan Duta Besar China untuk Indonesia. Bahkan, bila perlu memanggil pulang duta besar Indonesia untuk China guna diberi arahan.

Bahkan pemangilan Duta Besar China untuk Indonesia oleh Menteri Luar (Menlu) RI, Retno Lestari Priansari Marsudi beberapa hari lalu bertujuan untuk melakukan konsultasi agar persoalan yang dilakukan oleh China tersebut menjadi jelas.

Ditanya apa perlu dilakukan pengusiran terhadap Duta Besar China untuk Indonesia, Syarif mengatakan, untuk tahap ini belum perlu dilakukan pengusiran Duta Besar China dari Indonesia, akan tetapi cukup dipanggil untuk konsultasi terlebih dahulu.(rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here