Catatan Survei, Olly Masuk 10 Gubernur Terpopuler Tahun 2019

Jakarta, SULUTREVIEW

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey masuk dalam urutan 10 gubernur terpopuler atau terpegah (top person) sepanjang 2019.

Kategori yang disematkan kepada Bendahara Umum PDIP ini, didasarkan pada jumlah pemberitaan yang mencapai 11.273 kali di media online, tidak termasuk media cetak.

Indonesia Indicator (I2), diketahui melansir 10 nama gubernur dan wakil gubernur top person dan tervokal di media online selama 2019.

Dari urutan ke-10 gubernur tersebut, Anies Baswedan menduduki posisi pertama. Anies berhasil menguasai panggung pemberitaan dari 4.019 media online di Indonesia sepanjang 2019.

“Selang satu tahun terakhir, nama Anies menghiasi sekitar 83.627 berita,” kata Direktur Komunikasi I2, Rustika Herlambang, sebagaimana dikutip Kabag Humas Setdaprov Sulut, Christian Iroth, pada Minggu (29/12/2019).

Menurut Rustika, Anies banyak disorot melalui pemberitaan terkait DKI Jakarta, pembangunan infrastruktur seperti perluasan trotoar dan revitalisasi jembatan penyeberangan orang (JPO).

Selain itu, pemberitaan mengenai Anies banyak menyorot tentang transparansi anggaran seperti kasus pengadaan lem Aibon.

Posisi kedua ditempati Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan 36.140 berita. Selanjutnya, posisi ke-3 diduduki Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan 31.010 berita. Dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menempati posisi ke-4 sebagai gubernur terpegah 2019. Nama Ganjar menghiasi 25.662 berita di media online.

Posisi ke-5 ditempati Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (22.229 berita).

Kemudian Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menempati posisi kelima dengan 20.560 berita.

“Posisi 6 hingga 9 ada Gubernur Riau, Syamsuar dengan 18.203 berita. Lalu Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru dengan 16.208 berita, serta Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey 11.273 berita,” imbuhnya.

Posisi ke-10 diduduki Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dengan 8.643 berita. Emil menjadi satu-satunya wakil gubernur yang masuk deretan figur terpegah.

“Isu yang banyak dikaitkan dengan Emil Dardak seputar isu pemberdayaan masyarakat khususnya milenial. Isu-isu dengan nuansa program yang diidentikkan dengan Emil Dardak seputar pengembangan ekonomi digital (Industri 4.0) dan revitalisasi SMK hingga madrasah,” papar Rustika.

Sepuluh gubernur tervokal, Rustika juga mencatat 10 besar gubernur tervokal atau yang pendapatnya paling banyak dikutip media online. Posisi pertama masih diduduki Anies Baswedan, kemudian diikuti Ridwan Kamil, Khofifah Indar Parawansa, dan Ganjar Pranowo.

Menurut Rustika, gubernur tervokal berusaha memberikan pengaruhnya di media melalui berbagai pernyataan. Mereka termasuk bagian dari media darling, meski belum tentu mediagenik.

Rustika mengatakan, pernyataan Anies Baswedan dikutip media sebanyak 190.574 pernyataan. Anies banyak dikutip terkait tata kelola pemerintahan DKI Jakarta, khususnya menjelaskan pada publik latar belakang setiap kebijakan yang dibuat. “Media semakin memburu pernyataan Anies Baswedan menjelang akhir tahun untuk menjelaskan persoalan proses transparansi anggaran,” paparnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menempati posisi ke-2 Gubernur Tervokal 2019. Pernyataan pria yang biasa disapa Emil ini dikutip media online sebanyak 103.596 kali. Posisi ke-3 diduduki Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan 77.596 pernyataan. Lalu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertengger di posisi ke-4 dengan 72.334 pernyataan.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menempati posisi ke-5 gubernur tervokal dengan 44.034 pernyataan. Posisi ke-6 hingga 8 masing-masing ditempati Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dengan 41.891 pernyataan. Lalu Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dengan 41.360 pernyataan, Gubernur Riau Syamsuar dengan 32.784 pernyataan.

“Gubernur Bali I Wayan Koster dengan 25.799 pernyataan dan Uu Ruzhanul Ulum ada di posisi 10 dengan 19.153 pernyataan,” katanya. Secara umum, kata dia, pernyataan Uu yang paling banyak direplikasi mengenai pemberdayaan pesantren, deklarasi anti-korupsi dengan kaum milenial, dan isu-isu kemiskinan. Khusus isu pesantren, Uu konsisten mengampanyekan Program One Pesantren One Product (OPOP).

Menurut pengamat politik dan pemerintahan Taufik Tumbelaka, wajar Olly dinobatkan sebagai gubernur terpopuler. Karena dia memegang jabatan bergengsi sebagai Bendahara Umum (Bendum) PDIP, yang notabene adalah partai politik penguasa sehingga jaringan politiknya sangat luas.

Serta menjangkau hampir seluruh figur-figur pemegang posisi strategis di Indonesia.
Selain itu, Gubernur Olly sebelumnya telah mentas sebagai anggota DPR RI di mana oleh parpolnya, PDIP, diberi kepercayaan dalam Badan Anggaran (banggar) DPR RI.

Sehingga di kalangan politisi dari elite parpol relatif cukup dikenal. Dapat dikatakan sepak terjang Gubernur Olly sebagai wakil rakyat di DPR RI dapat dirasakan secara signifikan bagi pembangunan Sulawesi Utara.

Rekam jejak pada saat Olly sebelum menjabat menjadi Gubernur Sulut sangat terasa dari besarnya perhatian jajaran pemerintahan di pusat mulai dari presiden sampai para menteri-menteri strategis.

“Terasa dalam kurun 3 sampai 4 tahun terakhir perhatian terhadap Sulut oleh Jakarta sangat berbeda jika dibandingkan beberapa provinsi lain di Indonesia,” katanya.

Sepak terjang Gubernur Olly di pemerintah pusat selama menjabat sebagai pemimpin daerah Sulut otomatis menaikan popularitas dan tentunya berpengaruh juga dalam hajatan Pilkada 2020. Tantangan dari PDIP Sulut terkait Pilkada 2020 di Sulut adalah memanfaatkan dengan tepat keistimewaan Olly Dondokambey yang telah memperoleh popularitas baik.

Menariknya, sebagai petahana dari parpol penguasa merupakan point plus yang tidak dimiliki figur-figur calon lain.

“Jika sejumlah keunggulan yang saat ini ada dalam diri Olly Dondokambey dapat dimaksimalkan oleh PDIP Sulut dan para pendukungnya, akan memperbesar probabilitas kemenangan dan ini akan sangat merepotkan para saingan yang akan menjadi kandidat Gubernur dalam Pilkada 2020 yang akan datang,” katanya.

Ferry Liando, pengamat politik dari Unsrat mengatakan, masuknya Olly Dondokambey dalam 10 besar sebagai gubernur terpopuler patut diapresiasi.

Pertama, Olly masuk dalam jajaran elite yang berpengaruh. Dia adalah Bendahara Umum PDIP, salah satu partai politik (parpol) yang paling besar di Indoensia.

Kedua, Olly adalah salah satu figur yang dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Megawati termasuk politisi yang paling berpengaruh di Indonesia.

Ketiga, Olly adalah ketua parpol yang bisa menghantarkan parpolnya bisa juara pada hasil Pemilu 2019. Keempat, Olly adalah salah satu gubernur yang mampu menjaga keharmonisan dengan pasangan Wakil Gubernur (Steven Kandouw).

Di Indonesia, pasangan kepala daerah yang harmonis hingga akhir jabatan sangatlah langka. Olly yang mampu melakukan itu bisa saja menjadikan ia sebagai gubernur berpengaruh.

Gubernur Olly juga dikenal dekat dengan Presiden Joko Widodo. Terbukti Sulut menjadi pusat perhatian Presiden Jokowi. Presiden beberapa kali mengunjungi Sulut. Bahkan sejumlah megaproyek dikucurkan ke Bumi Nyiur Melambai berkat kepiawaian Olly. Jaringan luas dan kenal dekat dengan sejumlah menteri sangat menguntungkan Sulut.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *