Manado, SULUTREVIEW
Masalah stunting masih menjadi permasalahan serius di tengah masyarakat. Bahkan berdasarkan catatan kesehatan masih terdapat 3 ribu bayi stunting di Sulawesi Utara (Sulut).
Karenanya, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw meminta instansi terkait dan masyarakat untuk lebih peduli dan waspada.
“Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang sangat disorot. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” katanya saat menghadiri acara puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 yang digelar di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado, Kamis (28/11/2019).
Pada kesempatan itu, Wagub Kandouw mengatakan roadmap pembangunan kesehatan di Sulut sudah sesuai Undang-Undang serta berbagai regulasi yang ada di bidang kesehatan.
Kandouw pun mengapresiasi kerja keras seluruh stakeholder kesehatan. Dia juga optimis tantangan sektor kesehatan di tingkat nasional dapat dicegah di Sulut.
“Harus kita hindari ketimpangan infrastruktur dan SDM di 15 kabupaten/kota, itu jadi agenda kita,” beber Kandouw.
Di samping itu, Kandouw juga optimis pelayanan kesehatan di Sulut dapat terus ditingkatkan seiring waktu berjalan.
“Sudah bagus tapi belum sempurna jadi ikhtiar kami pelayanan kesehatan harus kita gencarkan,” ungkap Kandouw.
Lanjut Kandouw, salah satu upaya peningkatan kualitas kesehatan adalah dengan membangun dua rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sulut dan Rumah Sakit khusus Mata.
“Komitmen Pak Gubernur sudah jelas berusaha bangun rumah sakit yang kredibel memenuhi syarat,” imbuh Kandouw.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sulut Deybie Kalalo menerangkan bahwa puncak peringatan HKN ke-55 dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada 11 kabupaten/kota di Sulut sebagai daerah sehat.
“Penghargaan itu artinya komitmen kabupaten/kota sehatnya bersama-sama untuk mewujudkan Sulawesi Utara yang sehat,” kata Kalalo.
Kalalo juga menegaskan bahwa upaya untuk meningkatkan SDM masyarakat terus dilakukan sehingga stunting dan permasalahan kesehatan lainnya dapat lebih diminimalisir.(srv)













