web analytics

Dewas KPK Sangat Diperlukan, Figur Harus Berpengalaman

Dewas KPK Sangat Diperlukan, Figur Harus Berpengalaman

Jakarta, SULUTREVIEW

Mantan Wakil Ketua Komisi Yudisial Abbas Sa’id mengatakan dewan pengawas(Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi( KPK ) sangat di perlukan.

Namun orang yang ditempatkan harus cukup pengalaman, jelasnya dalam  diskusi Dialektika Demokrasi
Dengan tema “Mengintip Figur Dewan pengawas KPK” di Press Room DPR, Senayan Kamis(7/11/2019)

Menurutnya orang-orang yang menduduki tempat tersebut memang orangnya memang punya cukup  pengalaman yang luas maka tidak masalah. Bahkan memberi bobot yang lebih bagus.

Oleh karena itu, Dewan Pengawas , KPK nantinya bukan sekedar dia ikut aturan itu. Namun perlu ada peningkatan kafasitas Moral, tandasnya

“Jadi dari KPK ini perlu mensosialisasikan menumbuhkan kepada masyarakat agar supaya mau membantu KPK untuk memberantas korupsi ini,” imbuhnya.

Yang pasti, lanjutnya bahwa Pengawasan bukan untuk melemahkan tetapi untuk mensupport agar supaya semua tatanan hukum bisa berjalan dengan baik, sebab yang namanya manusia itu tak sempurna.

“Jadi ga usah takut jika ada Dewan pengawas, biar dulu mereka bekerja nanti kita lihat, mana kekurangan dan kelemahannya diperbaiki,” katanya.

Yang terpenting adalah bukan banyaknya orang yang ditangkap tetapi adalah dibentuk KPK ini supaya ada pencegahan. Hal itu juga diamini mantan ketua KPK, Antasari Azhar.

Dikatakannya diperlukan dewas untuk menghindari abuse of power. “Pertama saya mau bilang bahwa tentang Dewas KPK itu perlu ada, dengan dasar pengalaman saya di KPK untuk menghindari abuse of power,” ungkapnya.

Selanjutnya seperti apa dewas. “Saya minta ada dari Korp Wartawan di dalamnya sebab wartawan ini kupingnya banyak, matanya tajam, bisa mendengar permasalahan, dan bisa dinformasikan ke dewan pengawas sehingga dewan pengawas bisa bekerja,” katanya.

Orang yang di tempatkan yang mengetahui seluk beluk KPK, sistem di KPK dan tahu personil KPK , jenis apa yang ada di KPK , ada Polisi, kejaksaan, ada BPKB , ada yang direkrut menurut  Indonesia memanggil.

“Bagaimana situasi di dalam, makanya dewas itu harus yang tahu situasi itu, kalau hanya dewan pengawas saja dan  yang tak tahu masalah itukan hanya menjadi  simbol  saja nantinya dan makan gaji buta saja setiap bulannya dan tidak efektif,” tegasnya.(rizal)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply