Pebisnis Sulut dan Filipina Jalin Kerja Sama Perdagangan

0
651

Manado, SULUTREVIEW – Kesiapan pelabuhan Bitung sebagai hub port dan ketersediaan transportasi kapal roll onroll off atau Ro-Ro hingga penerbangan Garuda dengan rute Manado-Davao perlu ditingkatkan aktivitasnya.

Sebab sangat disayangkan jika kesiapan infrastruktur yang diperjuangkan Gubernur Olly Dondokambey tersebut, tidak dioptimalkan fungsinya.

Untuk menjawabnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jenny Karouw menyebutkan disiasati  dengan melakukan meeting antar kedua negara, yakni Sulut-Filipina.

“Melalui pertemuan itu pebisnis kedua negara bisa langsung bertatap muka dan bertransaksi. Ini peluang yang baik untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” katanya di sela-sela Business Meeting Delegates Of Davao-Mindanao-Philippines di Hotel Peninsula Manado, Selasa (28/10/2019).

Karouw menyebutkan dalam pertemuan, masing masing pihak mepresentasikan peluang bisnisnya.

“Secara umum kita memiliki kesamaan produk, tetapi ada juga produk yang tidak mereka punya seperti pala. Tetapi meski punya banyak kesamaan produk, tetap saja mereka mencari komoditas yang kita miliki,” kata Karouw.

Pebisnis Filipina yang mencapai 49 orang sebut Karouw juga menawarkan produk yang mereka miliki seperti kopi, cacao, jagung dan lainnya.

“Tetapi tetap saja mereka mencari punya kita. Kita memang seperti  similar tetapi berbeda dan punya keunggulan tersendiri. Jadi itu yang kita tawarkan kepada mereka,” tukasnya.

Karouw menambahkan, pebisnis asal Sulut yang jumlahnya hampir 70 orang benar-benar memanfaatkan pertemuan tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jenny Karouw

“Kita juga menawarkan produk semen Conch yang baru berdiri di Sulut, dan dipastikan akan ada transaksi. Mereka menyatakan tertarik. Mereka juga minta jagung kita, ini peluang bagi Sulut karena mereka akan meminta secara rutin,” tandasnya sambil menambahkan peluang ini harus ditangkap.

Sejumlah pebisnis lain yang juga memiliki peluang yang sama, juga menawarkan komoditi yang sudah diolah. Sebaliknya, Sulut juga menawarkan palm sugar dan penganan lainnya.

“Intinya, pebisnis Filipina banyak tertarik dengan produk Sulut. Ada nike toreh dan kacang batik, wortel dan kentang. Saat ini mereka meng-compare harga dengan negara lain,” tukasnya.

Sebelumnya, Chairman Mindanao Development Authority, Emmanuel Pinol telah mengungkapkan ketertarikannya dengan komoditi asal Sulut. Tujuannya agar dapat memenuhi kebutuhan produk secara berkesinambungan.

“Sulut memiliki banyak produk dan kami berniat untuk membelinya, terutama saat panen kurang. Komoditi itu kami perlukan untuk pakan ternak maupun industri perunggasan,” tandasnya.

Menariknya, Pinol juga menawarkan peralatan dan teknologi irigasi yang sangat baik untuk mendukung pertanian.(eda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here