Momentum Sumpah Pemuda Mampu Satukan Elemen

Jakarta, SULUTREVIEW

Anggota MPR RI dari kelompok DPD RI, Engelius Wake Kako mengatakan, Sumpah Pemuda tak akan diucapkan bila Indonesia sudah merdeka dan bersatu.

Dikatakan, pada masa itu kekuatan-kekuatan anak muda yang ada tersebar dan belum bersatu.

“Dengan Sumpah Pemuda membuat elemet-element yang tersebar menjadi satu. Apa yang dilakukan oleh pemuda itu menjadi spirit bagi kita,” ujar Engelius dalam Diskusi Empat Pilar MPR dengan tema “Memaknai Sumpah Pemuda” di Media Center Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Peristiwa di tahun 1928 disebut, menurut dia merupakan salah satu gerakan pemuda dan mahasiswa yang ada di Indonesia.

“Gerakan anak muda pada tahun 1945, 1966, 1974, 1998, juga sama monumentalnya,” kata dia lagi.

Saat ini, menurut mantan aktivis PMKRI itu, bangsa Indonesia mendapat tantangan berupa pemersalahan ekonomi yang bisa mengatur dunia politik dan masalah fundamentalis agama. Dirinya berharap agar kita menyudahi pembicaraan yang menguras energi.

“Harapan saya stop diksi yang mengarah pada perpecahan,” ujar Anggota DPD dari NTT itu seraya mengajak pada pemuda untuk bersikap lebih produktif, seperti berperan dalam proses pengambilan kebijakan.

Baginya, bonus demografi bila tidak dikelola akan menjadi musibah.

“Kita harus tetap optimis, anak muda hentikan bicara soal perbedaaan, saatnya kita bersatu,” tegasnya.
Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen, Romdony Setiawan mengatakan momentum Sumpah Pemuda ini bagus untuk mengelaborasi dari berbagai sumber yang sudah ada. Namun dirinya menambahkan bahwa Bungkarno (Presiden Pertama RI) juga wartawan dan dia menulis di surat kabarnya milik Hos Tjokro Aminoto, tetapi dia tidak pakai nama Soekarno melainkan nama Birma atau Sumini biasanya.

“Begitu pula Bung Hatta juga nulis dan banyak tokoh Bangsa yang pandai menulis dan sebagian besar mereka adalah wartawan. Karena dari dialektika wartawan itulah kita dengan beberapa narasumber bisa berdiskusi banyak hal dan bisa berbicara banyak hal dan wartawan matangnya disitu dan wartawan bisa ketemu langsung dengan tukang becaknya,” kuncinya.(rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *