Minahasa Antisipasi Karhutla di Sejumlah Titik

0
203

Tondano, SulutReview.com

Pemerintah Kabupaten Minahasa bersama Dandim 1309, Perwakilan Dandim 1302, Perwakilan Polri, Kasat PolPP dan anggota bersama Kadis Damkar dan Anggota, BPBD, Camat dan Jajaran Setempat, Kapolsek dan Danramil setempat memantau langsung dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi.

Kebakaran terjadi di empat titik diantaranya perbatasan Manado-Sawangan (ringroad), Kelurahan Tolour Kecamatan Tondano Timur, Puncak Gunung Batu Desa Sea, Perkebunan Patar Wilayah Warembungan (dibawah bukit Makatete sebelah barat), pada
Kamis, (12/9/2019).

Kebakaran di perkebunan Patar Wilayah Warembungan (di bawah bukit Makatete sebelah barat) Kecamatan Pineleng tepatnya dilahan perkebunan kelapa , dimana jarak titik api ke perumahan terdekat kurang lebih 200 M. dan Kebakaran di Puncak Gunung Batu Desa Sea, api berjarak kurang lebih 2 KM dari permukiman desa Sea. Api cepat berpindah-pindah mengelilingi bukit karena angin yang begitu kencang.

Pemerintah Kabupaten Minahasa, Bapak Bupati Ir. Royke Octavian Roring, MSi, Wakil Bupati Robby Dondokambey, SSi, MM, Penjabat Sekretaris Daerah Frits Muntu, S.Sos, melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakab Minahasa Maya Marina Kainde, SH, MAP,  mengatakan berbagai upaya dilakukan agar api tidak melebar dan mendekati permukiman dan perkebunan warga. Damkar Minahasa pun terus berupaya memadamkan api.

Camat Pineleng juga menugaskan perangkat desa Warembungan dan beberapa masyarakat untuk turut mencegah meluasnya api. Pemerintah setempat juga akan membuat posko pengendalian di desa Warembungan dan desa Sea, BPBD akan terus memantau lokasi rawan kebakaran.

Diharapkan koordinasi antara Damkar Minahasa dengan Damkar Kota Manado untuk siaga unit mobil apabila kembali terjadi kebakaran.

Dengan banyaknya kasus kebakaran yang terjadi disekitar wilayah Kabupaten Minahasa, pemerintah terus memberitahukan dan menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuang puntung rokok yang masih menyal.

“Jangan membakar ranting dan sampah lalu dibiarkan, mengontrol pemakaian alat elektronik yang dapat memicuh terjadinya tegangan tinggi (korsleting) memperhatikan pemakaian kompor gas, serta tetap waspada dimusim kemarau yang berkepanjangan ini,” tukasnya.(engel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here