MINUT, SULUTREVIEW
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI, mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar).
Latsar yang diselenggarakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Daerah Provinsi Sulut tersebut diikuti 223 peserta yang berasal dari enam daerah, yakni Papua, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Utara (Sulut).
Kegiatan wajib tersebut digelar sejak 10 September sampai 6 November 2019.
Kepala BPSDM Daerah Provinsi Sulut, Jefry V Senduk mengatakan Latsar CPNS bekerja sama dengan BPSDM adalah murni untuk mempersiapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang unggul dan profesional.

“Hal tersebut sebagai perwujudan program Nawacita Presiden Joko Widodo untuk mempersiapkan ASN yang berdaya saing dalam pembangunan daerah. Demikian juga yang menjadi visi dan misi dari Gubernur Olly Dondokambey,” ungkap Senduk di aula BPSDM Maumbi, Selasa (10/9/2019).
Masih kata Senduk, untuk menciptakan SDM yang profesional harus mencari model baru dan cara baru serta nilai baru. Terutama dalam mencari solusi dalam setiap masalah dengan inovasi-inovasi.
“Kita harus mau dan dipaksa untuk meninggalkan pola lama dan rutinitas. Tidak ada lagi kerja di zona nyaman. Kita harus melakukan perubahan. Untuk itu kehadiran CPNS akan menjawab harapan pemimpin negara kita,” ujarnya sembari menambahkan agar ASN wajib merubah pola pikir.
“Kita adalah ASN yang merupakan pelayan masyarakat atau pelayanan publik. Terlebih lagi saat ini Indonesia ada di era revolusi industri 4.0. Sehingga perkembangan birokrasi menuntut kita untuk melakukan percepatan layanan, efisiensi dalam pelayanan, elektabilitas kerja dan akurasi pelayanan untuk menjemput SDM yang berdaya saing,” tandasnya.
Sementara itu, Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulut, Efendy Peranginangin mendorong seluruh peserta untuk memiliki komitmen dan dedikasi yang baik.

“Saya sangat berharap Latsar ini akan menghasilkan SDM yang terbaik. Jangan sampai sudah dicetak hasilnya tetap seperti yang dulu-dulu. Kita tidak mau mundur kita harus maju. Saya peringatkan lagi, melalui penerimaan CPNS ini kalian adalah orang-orang yang beruntung karena banyak di luar sana yang ingin masuk tetapi tidak mendapat kesempatan,” sebut Efendy.
“Kesempatan sudah diberikan, karena itu tunjukkan bahwa Anda mampu. Ingat bahwa kita sangat serius untuk mendapatkan SDM yang terbaik,” tandasnya sembari menambahkan jangan sampai ada yang gagal.
“Pergunakan kesempatan yang berharga ini, jaga sikap karena bagi yang tidak lulus Latsar tidak ada kesempatan kedua. Dengan demikian tidak dapat diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan HAM Sulut, Ju Lotje Olga mengungkapkan peserta akan menerima materi dengan hitungan 511 jam atau 51 hari kerja.
“Tujuan Latsar CPNS yang diikuti golongan 2 dan 3 adalah untuk membangun integritas moral kejujuran, karakter dan kepribadian yang unggul. Juga memperkuat profesionalisme dan kompetensi. Nantinya, selama 18 hari akan diberikan materi oleh narasumber yang kompeten,” ujarnya.
Setelah itu, peserta akan kembali ke tempat tugasnya selama 30 hari untuk praktik.
“Tahapan ini disebut habituasi. Yakni peserta akan ke tempat tugasnya. Setelah itu akan kembali lagi untuk dievaluasi,” ujarnya.(srv)













