MANADO, SULUTREVIEW
Di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo) dimotivasi untuk mengembangkan potensinya.
Mengusung tema Piloting UMKM Onboarding, menyusul bergeraknya era ekonomi dan keuangan digital, atau lebih dikenal dengan revolusi industri 4.0, yakni fase di mana hampir semua sendi kehidupan telah tersentuh oleh layanan digital, menjadi tantangan bagi UMKM dewasa ini, untuk mampu memainkan perannya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Arbonas Hutabarat mengungkapkan, kemajuan digital yang ditandai dengan munculnya model bisnis terdisrupsi dengan hadirnya beberapa pelaku usaha rintisan, hingga sektor perbankan, di mana fungsi universal bank mulai terkikis oleh start-up yang fokus menawarkan salah satu model bisnis perbankan dengan lebih efektif dan efisien.
“Bank Indonesia tentunya menaruh perhatian yang besar terhadap perkembangan pesat Digital Economy dewasa ini. Berbagai upaya kebijakan diambil guna mengantisipasi perkembangan tersebut agar tetap memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia,” ungkap Arbonas pada kegiatan piloting UMKM onboarding- UMKM Go Online, yang digelar di hotel Peninsula, Selasa (27/8/2019).
Arbonas menambahkan di bidang sistem pembayaran khususnya, kebijakan sistem pembayaran akan terus dikembangkan untuk kelancaran, efisiensi, dan keamanan transaksi pembayaran nontunai maupun tunai, termasuk dalam mendukung ekonomi dan keuangan digital.
“Mendukung inovasi tersebut, Bank Indonesia telah menyediakan wadah inovasi bagi start-up yang ingin melakukan uji coba produk, layanan, teknologi, dan model bisnisnya dalam ruang lingkup terbatas yang disebut dengan Regulatory Sandbox,” tukasnya sambil menambahkan pelaku start-up atau penyelenggara teknologi finansial diwajibkan untuk melakukan pendaftaran ke Bank Indonesia sebagai tools untuk memantau perkembangan teknologi finansial Bank Indonesia.

Bank Indonesia juga berupaya untuk meningkatkan porsi ekonomi dan keuangan digital terhadap Produk Domestik Bruto. Salah satu inisiatif yang dilakukan Bank Indonesia adalah memperluas program on-boarding Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan platform e-commerce.
Bank Indonesia telah melakukan uji coba untuk mengedukasi sejumlah UMKM agar dapat melakukan transaksi jual beli melalui platform e-commerce secara berkelanjutan.
“Ke depannya, diharapkan UMKM baik dari sektor formal maupun informal, hingga pedagang kaki lima, dapat menjual produknya melalui platform e-commerce dan melakukan transaksi secara non-tunai. Tentu saja menjadi harapan kita bersama akan lahirnya UMKM Indonesia yang mampu mengekspor produknya hingga ke mancanegara, khususnya melalui platform e-commerce,” sebutnya.
“Tujuan dari kegiatan piloting UMKM Onboarding ini antara lain meningkatkan pemahaman dan keahlian pelaku UMKM mengenai model bisnis digital termasuk pemasaran produk secara online,” ujarnya.

Selain itu, untuk meningkatkan keterbukaan pelaku UMKM untuk memanfaatkan ekosistem ekonomi digital e-commerce serta mendorong pelaku UMKM terlibat dalam ekosistem tersebut. Mendorong perilaku masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran ritel secara nontunai baik offline maupun online. Mengidentifikasi dan memetakan serta mengembangkan UMKM yang berdaya saing dalam pemanfaatan platform digital serta memperluas pasar UMKM. Melakukan pemantauan perkembangan program Onboarding UMKM serta perkembangan transaksi UMKM.
Diketahui, peserta diberikan materi terkait digital payment di marketplace, sosial media, serta non-cash payment di toko offline. Disamping itu, akan dirangkaikan juga teknik fotografi produk menggunakan ponsel serta proses editing.
“Untuk semakin memperdalam wawasan UMKM, kami telah menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya dari Bukalapak serta Kantor Pusat Bank Indonesia yang menangani Onboarding UMKM,” jelas Arbonas.(srv)













