Jakarta, SULUTREVIEW
Anggota DPR dari Fraksi PDIP Maruarar Sirait mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia belum tercapai.
“Harus diakui pertumbuhan ekonomi yang selama ini ingin dicapai, belum tercapai, saya pikir harus ada sportiifitas lah untuk memperbaiki itu,” katanya dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema “Evaluasi Kinerja Ekonomi Nasional, Perlukah Menteri Baru?” Di Media Center MPR/DPR RI, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis(6/7/2019)
Begitu juga angka kemiskinan dan pengangguran. Mesk rasio berkurang tetapi harus lebih cepat lagi. “harus di akui Jokowi bisa membuat rasio angka kemiskinan berkurang,tetapi memang angkanya harus lebih signifikan lagi,” tukasnya seraya menambahkan penerimaan pajak tidak tercapai.
Sedangkan Anggota DPR dari Fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin berkilah berbicara ekonomi kita 2014-2019 tentu kita melihat dua sisi.
“Ada rapot merah ada rapot biru. Kalau dari rapot merahnya tentu kita sandingkan dengan antara janji misi misi presiden dengan capaian selama 5 tahun.
pertama misalnya kita lihat indikator pertumbuhan ekonomi yang di dengung 7 persen ternyata tidak pernah tercapai. bahkan hanya 5,2 persen. Artinya target untuk mengurangi jumlah orang miskin, pengangguran tidak signifikan,” paparnya.
Namun dia mengakui dalam sejarah kemiskinan turun dibawah 2 digit hanya 9 persen. kita berikan apresiasi tapi itu belum cukup sebenarnya pengangguran juga di bawah 7 persen itu sudah cukup bagus, seandainya pertumbuhan bisa 7 persen dirinya yakin bahwa kemiskinan bisa di bawah 7 persen dan pengangguran di bawah 5 persen.(rizal)













