Jakarta, SULUTREVIEW
Hiruk-pikuk politik di internal Partai Demokrat (PD) untuk mencari ketua umumnya terus bergulir. Khususnya tentang siapa yang akan menggantikan pucuk pimpinan partai berlogo mercy tersebut.
Hal itu mencuat dalam diskusi dengan tema “Regenerasi Parpol Hanya Basa Basi atau Harga Mati”, di kompleks Parlemen, Senayan Jakarta Kamis (20/9/2019).
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan masih malu-malu menyebut nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kini menjadi Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma).
“PD mengalir saja. Sama dengan PDIP. PD konsisten dengan aturan siklus lima tahunan bahwa Kongres PD di Bali memutuskan Kongres digelar pada Mei 2020. Jadi, tak ada Kongres Luar Biasa (KLB),” tukas Hinca seraya menyebutkan untuk melahirkan figur baru sudah dilakukan. Misalnya AHY diputuskan sebagai Cagub di Pilgub DKI 2017. Ibarat ayam, telurnya pecah dari dalam dan terbukti pencalonan AHY tidak membawa perpecahan atau konflik di internal Demokrat.
Menurut Hinca, AHY politiknya di eksekutif, sedangkan Ibas politiknya di legislatif, dan Ibas kini menjadi Ketua Fraksi Demokrat DPR RI. Ke depan ini , tambah Hinca, tak ada waktu kosong karena semua Parpol harus menyiapkan 270 Pilkada serentak tahun 2020.
Memang selalu terjadi dinamika politik di internal Demokrat sebagai parpol penyeimbang.
Tetapi, meski banyak yang kritik, PD pada pemilu 2004 memperoleh 7,5 % (kursi DPR), 2009 (21%), 2014 (10,1%) dan Pemilu 2019 (7,7 %) dengan 54 kursi DPR RI.
“Itulah pilihan rakyat. Sebagai penyeimbang” ujarnya.(rizal)













