Manado, SULUTREVIEW
Pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) yang mengalami pertumbuhan pesat, perlu diimbangi dengan upaya pengembangan potensi maupun peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulut, Daniel A Mewengkang SE MSi, dalam arahannya mengajak peserta yang terdiri dari pelaku jasa pariwisata untuk tidak bosan-bosan untuk meng-upgrade kapasitas dan kemampuannya. Sehingga ketika melakukan pekerjaannya dapat memberikan layanan yang prima kepada wisatawan.
“Perkembangan pariwisata di Sulawesi Utara saat ini, semakin maju. Itu dibuktikan dengan kehadiran wisatawan yang terus bertambah. Dengan demikian akan membawa dan mengharuskan kita untuk terus berbenah tidak bosan untuk mengembangkan potensi diri,” ungkap Mewengkang saat membuka sosialisasi pengembangan SDM bidang pariwisata bekerja sama dengan lembaga lainnya di Ibis Hotel Manado, Selasa (18/6/2019).
Tahapan yang dilakukan untuk menjawab kebutuhan tersebut, menurut Mewengkang diberikan lewat pembekalan, termasuk yang dilaksanakan oleh Disparda Sulut.

“Tujuannya adalah pengembangan SDM, karena pelaku jasa ini akan berhadapan langsung dengan wisatawan. Para pelaku pariwisata sebagai subjek pembangunan sangatlah memegang peranan penting di sektor pariwisata, sehingga perlu dibekali secara terus menerus,” ujar Mewengkang.
Di sisi lain, Mewengkang juga menambahkan akan upaya memberdayakan potensi yang ada sehingga mampu untuk tetap menjaga bahkan mempertahankan nilai-nilai tata budaya, tata krama dan pelayanan prima.
“Pelaku jasa pariwisata juga peelu mengetahui perkembangan yang ada tentang penerbangan dan juga mengetahui hubungan pekerja pariwisata dengan PAM Obvit. Sehingga menyikapi hal tersebut diadakan sosialisasi,” tandasnya.
Pariwisata yang bekerja sama dengan lembaga lainnya, tak lain untuk mendapatkan wawasan terkait bidang pariwisata. Kesemuanya untuk meningkatkan kompetensi daya saing SDM,” kuncinya.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan, Disparda Sulut, Dra Ivonne Kawatu mengatakan tujuan sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan SDM bidang pariwisata dan lembaga terkait lainnya yang berhadapan langsung dengan wisatawan.
“Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pelayanan prima, memiliki wawasan pengetahuan mengenai perkembangan pemberdayaan, termasuk penerbangan juga terkait dengan PAM Obvit,” tukasnya.
Kawatu menambahkan peserta sosialisasi ada 100 orang yang terdiri dari pengurus asosiasi, Satgas pariwisata, pramuwisata, pekerja hotel, waiters, resto, front office, taksi online, Ikatan Nyong dan Noni Sulut, stakeholder lainnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sulut.
Sejumlah pembicara kompeten seperti, Dr Preysi S Siby MSi dengan materi Service Excellent, mengedukasi peserta agar memiliki ketrampilan dan pengetahuan yang luas. Dengan begitu, ketika berhadapan dengan wisatawan dapat memberikan layanan dengan profesional.
“Pelaku jasa harus mengetahui produk, kelihatan kecerdaasannya secara verbal. Senyum ramah dan memperlakukan wisatawan dengan baik dan bahagia,” imbuhnya.(eda)













