
Manado, SULUTREVIEW
Peran perempuan dalam industri pariwisata sudah menunjukkan peningkatan. Hanya saja hal ini harus terus didorong agar kontribusi yang diberikan benar-benar berdampak signifikan. Terutama dapat menambah pundi-pundi perekonomian secara signifikan.
Dilatari tujuan tersebut Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menilai penting untuk memberikan motivasi dan semangat bagi kaum perempuan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki, khususnya dalam pengembangan pariwisata.
Kepala Disparda Provinsi Sulut, Daniel Mewengkang SE MSi, mengatakan pertumbuhan pariwisata di Bumi Nyiur Melambai telah meningkat 600 persen. Hal ini diapresiasi Menteri Pariwisata dengan menyematkan penghargaan sebagai ‘The Rising Star’. Karena itu, peran perempuan perlu diasah lagi sehingga semakin maksimal dalam memberikan layanan maupun ketrampilannya.

“Sulut ini terbilang shock dalam bidang pariwisata. Karena itu sangat penting untuk mengimbanginya dengan meningkatkan kualitas layanan. Terutama di sektor perhotelan, restaurant maupun pekerja spa. Nah, di moment Hari Kartini, diharapkan kaum perempuan akan bekerja dengan lebih baik lagi,” ungkap Mewengkang saat membuka bimbingan teknis penguatan peran perempuan di bidang pariwisata tahun 2019 di hotel Aston, Jumat (26/4/2019).
Menurut Mewengkang, pelaksanaan bimbingan teknis menjadi jembatan untuk mengevaluasi seberapa jauh program sebelumnya yang telah dilakukan.
“Ini penting agar standar pelayanan yang diberikan dapat terukur bahkan lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Disparda Sulut menghadirkan Psikolog Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sulut Dr Preysi Siby SPsi MSi, yang menyampaikan tentang tata krama bagaimana mengatur sikap sopan dan santun sesuai dengan kebudayaan Sulut yang memiliki nilai unik.

“Kita harus sadar, apa yang kita kenakan itu memberikan nilai bagi wisatawan yang datang. Tetap jaga tata krama dan kesantunan. Karena citra baik daerah kita sangat tergantung dari diri kita,” ujarnya.
Sementara itu, akademisi Prof Dr Ir Winda Mercedes Mingkid Mmar Sc dengan materi ‘Peran Perempuan dalam Menunjang Pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara melalui Sadar Wisata dan Sapta Pesona’ mengatakan kepada pelaku dan pekerja pariwisata Sulut, bahwa pengembangan pariwisata memerlukan peran dan kontribusi dari berbagai pihak. Baik dari unsur pemerintah swasta maupun masyarakat yang di dalamnya terdapat perempuan.

“Gerakan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, termasuk perempuan agar siap berperan sebagai tuan rumah yang baik di tengah gencarnya promosi pariwisata adalah penting. Hal itu harus dibarengi dengan bersedia untuk mewujudkan Sapta Pesona di lingkungannya,” katanya.
Mingkid mengurai poin-poin penting dalam Sapta Pesona, yang terdapat tujuh unsur, yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan.
“Untuk mendatangkan wisatawan lebih banyak ke Sulut, harus diikuti dengan memberikan kontribusi yang terdapat dalam tujuh unsur Sapta Pesona. Dengan demikian akan meninggalkan kesan mendalam bagi wisatawan yang datang,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengembangan, Kelembagaan Kepariwisataan Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Sulawesi Utara (Sulut), Dra Ivonne Kawatu mengatakan kegiatan bimbingan teknis yang dilaksanakan diharapkan akan meningkatkan peran perempuan di bidang pariwisata, yakni bagaimana melayani dan meningkatkan giat pariwisata menjadi lebih bagus yang pastinya mengacu standar operasional prosedur.
“Para perempuan yang menggeluti sektor pariwisata ini, kita siapkan dengan berbagai kompetensi pada bidangnya. Apakah mereka sebagai pekerja spa, pelayan hotel dan marketing di hotel. Ini sangat dibutuhkan, karena pelayanan yang paripurna sangat mendesak dibutuhkan di tengah gairah pariwisata di Sulut,” sebutnya.(eda)













