Drama Tari Kolosal Sejarah Dotu Tou Minahasa Bakal Dipentaskan di TMII

0
322

Manado, SULUTREVIEW

Drama kolosal yang sarat dengan sejarah Dotu Tou Minahasa bakal dipentaskan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Drama tari kolosal ini akan dipentaskan pada Sabtu, 20 April 2019 di TMII, tepatnya pada perayaan HUT TMII yang ke-44 tahun.

“Drama kolosal ini disutradarai Bung Eric Dajoh dengan dukungan para seniman serta budayawan,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut, Fery Sangian SSos.

Namun sebelum ditampilkan, tim budaya Sulut yang akan tampil akan diundang untuk menyaksikan gladi bersih yang akan diadakan di Graha HV Worang Gubernuran Bumi Beringin Manado pada Senin, 15 April 2019 pukul 19.00 Wita.

Dijelaskan Sangian, drama yang ditampilkan merupakan satu cerita yang dikemas dalam drama tari kolosal yang sepenuhnya disupport Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut.

“Ini akan menjadi pertunjukkan yang menarik. Namun sebelumnya kami akan melakukan gladi bersih sebagai bentuk kesiapan bahwa pagelaran siap dilaksanakan,” tandasnya sambil menambahkan bahwa sebagai pelaksana kegiatan, pihaknya akan merangkinya dengan pawai budaya di yang diatur pada acara penutupan, yakni pada tanggal 21 April 2019.

Pemerintah Provinsi Sulut, dalamhal ini melalui Dinas Kebudayaan Daerah Sulut mempersembahkan drama tari kolosal yang berjudul “Cahaya Saman”  suatu cerita yang diangkat dalam sejarah Dotu Tou Minahasa dari Karema Sampai pada Maria Walanda Maramis.

“Dalam acara puncak HUT TMII tersebut, dimeriahkan dengan kegiatan seni budaya. Tepatnya di anjungan Pemprov Sulut. Nah, di tempat inilah digelar seni budaya yang sangat menarik yang diangkat dalam satu cerita Minahasa yakni cerita dari Karema sampai dengan Maria Walanda Maramis,” sebut Sangian.

Diketahui, kegiatan tersebut merupakan acara puncak HUT TMII yang ke 44 tahun. Di mana Pemerintah Provinsi Sulut diberikan apresiasi untuk menjadi penyelenggara kegiatan yang akan berlangsung sejak tanggal 19-21 April 2019 di TMII Jakarta.

“Pemprov Sulut bersama 15 kabupaten/kota akan terlibat. Ini kesempatan baik sebagai sarana untuk mengenalkan budaya dan sejarah sekaligus juga pariwisata Sulut di tingkat nasional,” tandasnya.

“Pada kesempatan ini kami akan mempromosikan pariwisata Sulut, juga produk-produk kuliner maupun unggulan lokal yang diharapkan akan membawa nilai tambah,” tukasnya.(eda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here