web analytics

Pemindahan RKUD, Olly dan Dendeng Sebut ‘Torang Pe Bank’ Tetap Aman

Pemindahan RKUD, Olly dan Dendeng Sebut ‘Torang Pe Bank’ Tetap Aman

Manado, SULUTREVIEW

Santernya kabar pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dari Bank SulutGo ke bank lain, yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), bahkan bakal diikuti Pemerintah Kota Manado dan  Kotamobagu, dinilai tidak mengkhawatirkan.

Direktur Utama Bank SulutGo, Jeffry Dendeng justru mengatakan bahwa kondisi ‘Torang Pe Bank’ tetap aman. Tidak seperti yang diperkirakan oleh sejumlah pihak bahwa Bank SulutGo akan kolaps.

“Berita-berita ini perlu diluruskan. Bank SulutGo tetap aman. Bahkan sangat aman,” ujarnya kepada wartawan di Casa Bakudapa, Kamis (31/1/2019).

Dendeng optimistis bahwa pemindahan RKUD sejumlah kabupaten/kota akan diurungkan, seiring dengan pendekatan Bank SulutGo.

“Sejauh ini komunikasi kami dengan kepala daerah sangat baik dan lancar. Jadi harapan kami jangan sampai pindah. Kalau perlu Bolmong kembali. Pemkot Kotamobagu tidak pindah demikian juga dengan Kota Manado,” tandasnya.

Andai kata sampai terjadi penarikan pasti akan berpengaruh terhadap neraca, yang diikuti dengan perubahan aset dan laba. Dengan demikian akan berdampak juga pada deviden.

Ada kabar yang menyebutkan bahwa ada penarikan dana yang nilainya mencapai Rp1,2 triliun. “Apa memang ada dana sebesar itu di rekening giro pemerintah,” tandasnya sembari berharap pemerintah meletakkan kepercayaan pada Bank SulutGo.

Sementara itu terkait penarikan RKUD Bolmong, Dendeng menyebutkan tak ada pengaruh signifikan. Sebab, modal atau saham di Bank SulutGo tetap ada.

“Sebenarnya dana-dana pusat yang dikucur untuk Bolmong, tidak mengendap lama. Sebab langsung disalurkan untuk operasional pemerintah daerah,” tandasnya.

Selanjutnya, terkait rekening kas daerah, sebut Dendeng dapat dipindahkan dengan mudah. Namun tidak serta merta dengan saham, yang adalah penyertaan modal.

“Untuk saham, mekanismenya harus dijual kepada pihak lain. Nah, kalau dijual, maka akan ada pembelinya. Akan disayangkan jika saham itu justru dari pihak swasta,” ucapnya sembari menambahkan pemindahan rekening ASN kepada bank umum lain itu tidak berpengaruh terhadap permodalan Bank SulutGo.

“Dari sisi permodalan, Bank SulutGo sangat kuat. Bahkan pada tahun lalu berhasil membukukan keuntungan sekitar Rp350 Miliar. Jadi kalau ada penarikan pastinya akan menciptakan kredit macet. Karena ASN yang meminjam uang tidak memenuhi kewajibannya,” tukasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE mengatakan bahwa sejauh ini, Bank SulutGo tidak mengkhawatirkan. Bahkan dapat dikatakan sangat aman.

“Bank SulutGo tetap aman. Tidak ada yang dikhawatirkan,” katanya.

Memang lanjutnya, bahwa ada aturan yang menyebutkan pemerintah daerah wajib menempatkan dananya di bank umum yang sehat. Hanya saja yang menjadi persoalan ketika terjadi penarikan akan meninggalkan masalah baru, yakni kredit macet.

“Permasalahan Bank SulutGo di sini adalah seluruh ASN yang ada di kabupaten/kota telah menjaminkan gaji mereka. Jadi kalau mereka (kabupaten/kota) mau memindahkan RKUD, hutang yang ditinggalkan harus tetap dibayar. Jangan sampai terjadi kredit macet. Karena hal itu menjadi tanggung jawab kepala daerah. Sebab pada saat meminjam uang disetujui oleh kepala daerah. Jadi kalau sampai terjadi kredit macet, akan menjadi tanggung jawab kepala daerah yang sudah mengizinkan,” beber Dondokambey.(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply