web analytics

Komisi X DPR RI Perjuangkan Penarikan Guru ASN di Sekolah Swasta

Komisi X DPR RI Perjuangkan Penarikan Guru ASN di Sekolah Swasta

Manado, SULUTREVIEW

Penarikan atau pencabutan guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di sekolah swasta, mendapat perhatian serius Komisi X DPR RI.

Menurut anggota Komisi X DPR-RI Ferdiansyah SE MM, dalam konteks panitia kerja (panja), berbagai permasalahan pendidik dan tenaga pendidikan hingga rencana  pencabutan guru ASN di sekolah swasta, harus dihindari.

“Itu tidak boleh terjadi. Konteks guru ASN tidak ada dikotomi antara negeri dan swasta. Untuk hal ini kami berikan apresiasi pada Badan Musyawarah Perguruan Swasta yang sangat berbesar hati,” ungkapnya pada saat melakukan kunjungan kerja di Provinsi Sulut, Selasa (29/1/2019).

Lanjut katanya, pengurangan guru ASN perlu waktu, dalam artian tidak dilakukan secara terburu-buru. “Setidaknya butuh waktu lima tahun,” tandasnya sembari berjanji akan memperjuangkan persoalan ini di pusat.

Tak itu saja, Komisi X DPR RI juga intens memperjuangkan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang akan dipercayakan ke Unima.

“Permintaan Unima sebagai PLPG akan kami perjuangkan. Jadi nantinya guru yang akan diklat tidak perku ke luar daerah,” tukasnya.

Selain itu, pengwas tenaga kependidikna, juga perlu perhatian, pembuatan sistem karir pendidik dan tenaga kependidikan. “Sehingga ini menjadi sebuah harapan pembinaan karir pengawas maupun pendidik dan tenaga kependidikan,” ujarnya sembari berharap perubahan era modernisasi dan teknologi dapat diikuti perkembangannya, dengan tetap memperhatikan lokal wisdom.

Sementara itu, Asisten bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut, Edison Humiang pada kesempatan ini mengatakan Sulut yang berada di posisi strategis, yakni
di lintasan perdagangan di Asia Timur dan Afrika harus diimbangi dengan pendidikan yang berkualitas.

“Sulut mengalami pertumbuhan. Hal itu diikuti dengan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus, sehingga menjadi tuntutan penting untuk membuka pintu baru perdagangan. Oleh karena itu pendidikan sangat penting dalam mengatasi problem yang dihadapi daerah ini karena itu Pemprov sulut sangat menyampaikan terima kasih kepada Komisi X yang hari ini datang ke Sulut memberikan solusi terkait dengan masalah tenaga pendidik dan kependidikan yang tengah hangat dibicarakan,” katanya.

“Saya berharap apa yang menjadi aspirasi dapat di perjuangkan di pusat. Terutama penarikan guru ASN di sekolah swasta,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Esti Wijayati, Vanda Sarundajang, Jimmy Demianus, Dr H Noor Ahmad MA, Ferdiansyah SE MM, H Hasnuryadi Suleiman dan belasan anggota lainnya. Selanjutnya, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Edison Humiang, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulut, dr Grace Punuh, Ketua dewan Pendidikan Kota Manado, David Legi, LPMP, pendidik dan tenaga kependidikan.

Sebelumnya, Komisi X DPR RI, melakukan kunjungan ke SMA Aquino dan SMK Getsemani Manado.

Kepala SMK Getsemani Manado, Drs Freddy L Wurangian MSi menyampaikan berbagai hal tentang potensi dan kebutuhan serta permasalahan di sekolahnya dan diharapkan, kunjungan dapat membuahkan hasil konkret.(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply