web analytics

Wagub Menerima Kunjungan Menkeu Sri Mulyani

Wagub Menerima Kunjungan Menkeu Sri Mulyani

Manado, SULUTREVIEW

Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Drs Steven Kandouw dan jajarannya berkesempatan menerima kunjungan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati SE MSc PhD, Kamis (17/1/2019).

Kandouw yang secara khusus menjemput langsung Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani dan rombongan di bandara Sam Ratulangi,  tepatnya di VIIP Room Pemda, disambut dengan tarian kabasaran.

Dalam kesempatan tersebut Wagub Sulut Steven Kandouw melakukan silahturahmi dan memaparkan kondisi wilayah dan potensi daerah Sulut.

Saya mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengucapkan selamat datang di Bumi Nyiur Melambai Sulut,” ungkap Wagub.

Kunjungan kerja Menteri Keuangan Republik Indonesia dan rombongan tersebut, untuk memberikan kuliah umun di kampus Unsrat. Dan besok Jumat (18/1/2019) sesuai rencana akan melakukan kunjungan kerja ke daerah Kepulauan Sangihe.

Turut menjemput Menkeu RI  dan rombongan, Sekprov Sulut Edwin Silangen, Kepala BKAD Gammy Kawatu, Kepala Inspektorat Praseno Hadi, Kepala Bapenda Olvie Atteng, Karo Umum Clay Dondokambey, Karo SDA Frangky Manumpil, Kasat Pol PP Evans Liow.

Saat melakukan kuliah umum di Unsrat, Sri Mulyani menyampaikan 5 (lima) poin penting, antara lain, Kebijakan Fiskal dalam perekonomian Indonesia, Kondisi Perekonomian Global, Realisasi APBN 2018 dan Kebijakan Fiskal dalam APBN 2019. Bahkan perekonomian Sulawesi Utara dan kebijakan transfer ke daerah dan dana desa.

Dalam paparannya tentang kebijakan fiskal, Menteri Keuangan menyampaikan bahwa Kebijakan fiskal yang baik tidak hanya akan membuat pertumbuhan ekonomi menjadi lebih tinggi, tetapi juga akan mendorong terciptanya pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan serta menghasilkan penerimaan negara yang optimal dan belanja negara yang efisien sehingga seluruh program pembangunan baik fisik atau non fisik dapat terlaksana. Selain itu dikemukakan bahwa Kebijakan fiskal yang baik akan menciptakan iklim berusaha yang baik, menciptakan banyak lapangan kerja,mengurangi kemiskinan dan kesenjangan serta membuat suatu negara lebih tahan (resilience) dan tetap tumbuh dengan cukup baik saat perekonomian global dalam situasi yang tidak menentu atau krisis.

Untuk kondisi perekonomian global, dikemukakan bahwa dampak dinamika ekonomi global masih terus menggerus cadangan devisa dan menekan nilai tukar rupiah. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2018 meningkat disertai inflasi yang lebih rendah. Realisasi sementara di tahun 2018, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,15 % (tahun 2017 : 5,07%) sedangkan inflasi berada di angka 3,13% (tahun 2017 : 3,6%). Realisasi APBN 2018 pun sangat baik dan optimal dimana Pendapatan Negara mencapai 102,5%   dan Belanja Negara sebesar 99,2%. Defisit anggaran dan defisit keseimbangan primer menurun tajam dan mencapai angka terkecil sejak tahun 2012, menunjukkan APBN Indonesia yang sehat. Pertumbuhan Pajak Non Migas 13,7% sangat kuat dibandingkan tahun 2017 (2,9%) dan untuk PPh Non Migas tumbuh tinggi mencapai 15,1% dibandingkan tahun 2017 negatif growth (-5,3%.) PPN tetap tumbuh kuat.

Dalam menghadapi tahun 2019, prospek perekonomian Indonesia sangat positif. Kebijakan diarahkan untuk stabilitas namun tetap menjaga momentum pertumbuhan sementara kebijakan perpajakan diarahkan untuk mendorong peningkatan iklim investasi dan daya saing.

“Pembiayaan Investasi Tahun 2019 dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penguatan anggaran infrastruktur, penanggulangan kemiskinan, meningkatkan daya saing ekspor dan peran serta Indonesia di dunia internasional. Selain itu, APBN tahun 2019 akan mengoptimalkan potensi sumber pembiayaan untuk mitigasi risiko bencana,” katanya.

Pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara tumbuh sebesar 5,66% dan berkontribusi sebanyak 12,53% pada pertumbuhan pulau Sulawesi (Triwulan III 2018). Pertumbuhan ini lebih tinggi dari pertumbuhan nasional di periode yang sama yaitu sebesar 5,17%.

Diketahui, pembangunan infrastruktur di Sulawesi Utara mencakup Proyek Strategis Nasional (Perpres 58/2017) yang antara lain:

Proyek jalan tol Manado – Bitung (39 km), Proyek jalan non tol, Manado – Gorontalo (301,7 km), Proyek bendungan dan jaringan irigasi di Lokak dan Kuwil Kawangkoan,
Program peningkatan jangkauan broadband, Kawasan ekonomi khusus Bitung, Proyek perikanan dan kelautan yaitu Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Talaud.

Dalam kesimpulannya, Menteri Keuangan menyampaikan bahwa perekonomian nasional tahun 2018 tetap tumbuh positif di tengah kondisi ketidakpastian global.

Realisasi APBN tahun 2018 menunjukkan kinerja yang sangat sehat dan kredibel. APBN 2019 dijaga untuk terus sehat, adil, dan mandiri dengan terus mengoptimalkan Penerimaan negara, melakukan belanja negara yang produktif serta memperkuat belanja untuk bencana alam dan mempercepat pembangunan di daerah.

Menteri Keuangan juga menyampaikan bahwa sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMD, BUMN, BLU, dan Swasta perlu ditingkatkan untuk perekonomian yang makin maju, inklusif dan berkelanjutan karena masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh apa yang kita kerjakan saat ini. Dalam penutupan kuliah umum, Menteri Keuangan mengajak hadirin untuk bersama mempersiapkan diri untuk meraih mimpi menuju Indonesia yang maju dan sejahtera.(eda/*)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply