Jelang Natal BI Sulut Siapkan Uang Rp3 Triliun

0
271

Manado, SULUTREVIEW

Menjelang perayaan hari besar keagamaan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut),
rutin menggelar aktivitas penukaran uang baru nominal kecil bagi masyarakat.

Menariknya, khusus di moment Natal 2018, BI menyiapkan uang baru sebesar Rp3 triliun. Jumlah tersebut jauh lebih besar dari kebutuhan, di mana pada tahun 2017 lalu hanya sebesar Rp1,9 triliun untuk Natal dan lebaran Rp1,6 triliun. Namun BI mengantisipasi lonjakan penukaran yang diprediksi mencapai Rp2,1 triliun.

Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan uang baru dapat memanfaatkan kesempatan ini, untuk menukarkan uang lama maupun yang sudah lusuh.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Soekowaedojo kesempatan penukaran dibuka sejak tanggal 18 sampai 21 Desember 2018 di Kantor BI lama yang ada di kawasan Pasar 45 dan seluruh kantor cabang perbankan Manado.

Untuk nominal penukaran pecahan uang kecil dibatasi sebesar Rp3,7 juta.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Soekowardojo

“Sudah menjadi tugas kami, untuk menyediakan uang pecahan yang dibutuhkan masyarakat. Terutama saat menjelang hari raya keagamaan,” katanya di Kantor BI lama, kawasan Pasar 45 Manado, Selasa (18/12/2018).

Lanjut dia, pihaknya bersama perbankan berkomitmen untuk menyediakan uang layak edar. “Jadi uang yang ditukar adalah uang kecil, uang logam maupun uang lusuh atau uang yang sudah rusak,” jelas Soekowardojo.

Penukaran uang ini, dikatakannya, juga berlangsung di daerah-daerah kepulauan, bahkan sampai di pulau terluar. BI sendiri, khusus untuk Sulut menyediakan uang dalam rangka Natal dan tahun baru sebesar Rp3 triliun. “Ini sudah lebih dari cukup, karena sebenarnya hanya Rp2,1 triliun. Tapi sudah ditambah sampai Rp3 triliun,” ungkapnya.

Soekowardojo juga mengingatkan, soal kewaspadaan peredaran uang palsu. Karena di Sulut penyebaran uang palsu mengalami kenaikan 100 persen.

“Data yang ada Januari hingga saat ini, sudah sebanyak 1.450 lembar uang palsu yang ditemukan dari periode yang sama tahun sebelumnya hanya 730 lembar. Kebanyakan yang dipalsukan pecahan 50 ribu dan 100 ribu,” paparnya.

Sementara saat penukaran uang dibuka, warga pun langsung memadati tempat penukaran uang tersebut.(eda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here