Memetik Hikmah dari Dera Musibah

Memetik Hikmah dari Dera Musibah

BARU sebulan kita terhenyak oleh bencana gempa dan tsunami dahsyat yang mengguncang Palu, kini kita diperhadapkan kembali dengan musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta –  Pangkalpinang di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

Pesawat jenis Boeing 737 Max 8 yang membawa 189 penumpang ini mengalami naas sesaat setelah lepas landas.

Belum diketahui apa yang menjadi penyebab jatuhnya pesawat yang masih terbilang baru tersebut. Pihak-pihak yang berkompeten terus mendalaminya dan berupaya untuk menggali serta mengungkapnya lewat berbagai temuan serpihan pesawat hingga black box.

Menilik rentetan peristiwa demi peristiwa yang terjadi di bangsa ini menjadi instrospeksi bagi kita sebagai umat yang percaya kepada Tuhan, untuk memohon ampunan dan belas kasihNya agar jangan ada lagi musibah. Karena air mata bangsa ini belum kering, sudah diikuti dengan bencana lain yang memilukan.

Ada pelajaran berharga dibalik musibah yang terjadi, namun itu tergantung cara pandang kita. Apakah kita melihatnya sebagai hukuman atau teguran. Atau justru sebaliknya kita memaknainya sebagai bentuk kasihNya agar kita sebagai manusia menyadari bahwa dalam kehidupan ini ada kuasa lain yang lebih berdaulat.

Tak perlu saling menyalahkan, tetapi ini menjadi kesempatan bagi kita untuk berbenah. Bila perlu bertobat massal, baik pemimpin maupun masyarakat. Tepislah saling tuding, tetapi lontarkanlah nasihat yang membangkitkan, saling melengkapi kekurangan bukannya mengoyak perbedaan. Sebab bangsa ini bukan milik sekelompok ataupun golongan tertentu.

Ketika terjadi kesusahan dan penderitaan toh kita yang merasakannya. Lihat ketika Palu terguncang bentuk empati persaudaraan itu demikian besar. Bantuan dalam bentuk apapun digalang tanpa bertanya dari suku dan agama apa. Demikian juga saat pesawat Lion JT 610 harus mengalami musibah, berbagai elemen turun dan turut merasakan kesedihan yang tiada tara kepada keluarga yang ditinggalkan oleh orang-orang terkasih. Marilah eratkan genggaman agar kehangatan persatuan itu terus mengalir di nadi kita.(eda*)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply