Layanan Casa Bakudapa Kurang Profesional

0
1949

Manado, SULUTREVIEW

Restaurant Casa Bakudapa yang terletak di kompleks Perum Pajak Jalan 17 Agustus Bumi Beringin Manado, seperti yang direncanakan bakal dilaunching pada Jumat (19/10/2018).

Ironinya tempat dengan spot cantik dan menarik yang menonjolkan view berlatar hamparan Kota Manado dan Teluk Manado, berikut kolam renang tersebut, tak didukung oleh keramahan pelayanan yang merupakan ujung tombak dari kemajuan pariwisata.

Adalah sejumlah wartawan yang semula ingin mempromosikan tempat baru tersebut, dengan tujuan mendapatkan informasi tentang Casa Bakudapa, berikut konsep yang akan diusung sehingga masyarakat Kota Manado dapat mengetahuinya secara detil, diminta oleh staf front office yang juga cashier untuk menunggu wawancara dengan Manager.

Sembari menunggu, wartawan  pun tertarik dengan sekumpulan ibu-ibu yang tengah bercengkerama sambil berfoto-foto. Secara spontan terjadi  pebincangan singkat tentang keindahan penataan restaurant, dan dari moment tersebut diketahui bahwa salah satu ibu yang dipanggil oma adalah owner Casa Bakudapa, yang ternyata bernama Deitje Pangemanan.

Saat berkenalan Ibu Deitje menyambut dengan antusias apalagi waktu ditanya soal pariwisata.  Namun sangat disayangkan, staf yang diketahui bernama Lydia Rawung dan Amanda bersikap over protective dan meminta wartawan untuk pergi.

“Sudah-sudah, Oma akan istirahat,” ujarnya sambil menambahkan narasumber yang ditunggu tak dapat memberikan keterangan, karena sibuk.

Wartawan pun mundur teratur, karena perlakuan staf yang tak bersahabat dan cenderung tak profesional.

Akan hal tersebut, Ketua DPD Asita Sulut, Merry Karouwan sangat menyayangkannya. Pasalnya, usaha industri pariwisata itu sangat ditentukan oleh attitude atau sikap yang ramah.

“Tidak semestinya bersikap demikian, kan restauran itu dibuka tujuannya adalah jualan. Harusnya ramah kepada siapa pun. Karena itu ujung tombak pariwisata,” ujar Merry.(eda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here