Jenazah Gleen Mononutu Disambut Tangisan dan Kidung Penghiburan

Manado, SULUTREVIEW

Kedatangan jenazah Gleen Mathew Mononutu (21) di rumah duka yang berada di Winangun disambut tangisan para pelayat yang ada di bangsal duka.

Ibunda kekasih dan keluarga besar hanya bisa meratapi dan memeluk peti mati tanpa harus membukanya. Karena almarhum diperkirakan meninggal pada Sabtu (29/9/2018) dari reruntuhan hotel Roa Roa Palu yang dilanda bencana gempa dan tsunami.

Pemandangan tersebut praktis membuat ratusan pelayat yang memenuhi bangsal duka semakin larut dan penuh linangan air mata. Menyusul lantunan kidung-kidung penghihuran.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Drs Steven OE Kandouw yang hadir melayat, menyampaikan pesan kepada keluarga bahwa rancangan Tuhan bukanlah rancangan manusia.

“Life must going on, jadikan peristiwa ini sebagai bagian kehidupan. Bukan hanya keluarga tetapi kita semua yang juga turut kehilangan atas meninggalnya Gleen,” katanya Selasa (2/10/2018).

“Keluarga harus lebih berserah pada Tuhan. Sebab hidup kita penuh dengan misteri. Kembali saya ingatkan agar keluarga dan kita semua semakin mempertebal iman kita bawa Tuhan itu nyata, besar dan dahsyat kuasaNya. Atas nama gubernur dan pemerintah provinsi/ kabupaten/kota, saya menghaturkan simpati dan empati sebesar besarnya. Bahwa yang merasa kehilangan Gleen bukan hanya krluarga tetapi masyarakat Sulut,” jelasnya.

James Sela, yang mewakili keluarga mengatakan bahwa proses kematian Gleen tak akan dilupakan keluarga.

“Proses kematian itu yang membuat kita berduka mendalam. Beda ketika ada proses sakit di mana keluarga dapat merawatnya,” katanya.

Diketahui, sebagai atlet paralayang terbaik di Sulawesi Utara, Gleen banyak mengukir prestasi, antara lain di Padang, Jogja, Malang, Bogor dan Palu sampai dia mengembuskan nafas terakhirnya.

Gleen yang lahir di Manado, 1 Juni 1997 adalah bungsu dari tiga bersaudara, pasangan Bartolomerus Mononutu SH dan Ir Grace Sela.

Kakak pertama Gleen, F Debora Mononutu yang meninggal tahun 1995. Dan saat ini tinggal Timothy Sakti Mononutu yang memiliki seorang isteri Windy Wondal.

Keponakan Gloria Sela yang membacakan riwayat Gleen, menyebutkan bahwa almarhum masih tercatat sebagai mahasiswa Presiden University Cikarang.

“Gleen aktif di organisasi remaja pemuda GMIM, organisasi paralayang,” ujarnya

Jenazah Gleen sendiri dikebumikan di Leilem Kabupaten Minahasa, di samping nenek tercinta.(eda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *