MANADO, SULUTREVIEW
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Soekowardojo mendorong Bank Perkreditan Rakyat (BPR/Syariah) tumbuh semakin kuat, semakin sehat.

“Kalau sudah semakin kuat, semakin sehat tentunya lebih berkontribusi. Tidak hanya kepada pegawai, tidak hanya kepada jajaran dewan komisaris dan direksi tapi tentunya kepada masyarakat,” ungkap Soekowardojo pada peringatan BPR Nasional di Kawasan Megamas, Sabtu (22/9/2018).
Lanjut kata Soekowardojo, kalau BPR dan BPRS semakin kokoh, maka akan semakin menancapkan jati dirinya sesuai dengan karakteristik yang dimiliki.

“Tantangan yang dihadapi, terutama yang berkaitan dengan NPL (Non Performing Loan-red) yang masih di atas bank umum, harus diupayakan naik lagi, kendati saat ini sudah single digit. Di mana bank umum secara nasional baru 3,2 atau 3,3%,” jelasnya sembari menambahkan agar para dewan komisaris dan direksi BPR dan BPRS bisa tetap eksis berdiri dan semakin maju semakin kokoh, di tengah persaingan yang semakin luar biasa.
Sebelumnya, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara (Sulutgomalut), Elyanus Pongsoda mengatakan bahwa BPR-BPRS di Sulut mengalami pertumbuhan. Walaupun memang tidak terlalu besar, atau kisaran 5% dari sisi pertumbuhan kredit.

“Berdasarkan data, posisi Juli 2018 itu pertumbuhannya sampai sekitar 11%. Hal itu menandakan bahwa BPR semakin diterima dan dipercaya oleh masyarakat/nasabah di Sulawesi Utara,” ujarnya.
Untuk kinerja keuangan tumbuhnya, cukup signifikan, yang membedakan adalah NPL yang trendnya dalam 5 tahun terakhir pernah mencapai sekitar 16% sampai 17% namun sempat di posisi bulan Juni sekitar 9%. Itu luar biasa penurunannya,” katanya.
Pongsoda juga mendorong BPR-BPRS dapat memperbaiki kinerja. “Dari sisi NPL kita tahu bahwa akan berdampak kepada pendapatan. Karena itu di momen HUT BPR Nasional, kita kedepankan prinsip yang berhati-hati sehingga hasilnya semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Pongsoda.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sulawesi Utara dan Gorontalo, Denny T Senduk, mengungkapkan, peringatan HUT ke 2 BPR Nasional sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap keberadaan BPR sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. Juga untuk mendorong masyarakat agar menggunakan jasa dan produk BPR. Bahkan lebih dari itu adalah meningkatkan literasi dan edukasi masyarakat terhadap pelayanan jasa keuangan khususnya pelayanan dari industri BPR.

“Kami berharap momen ini untuk meningkatkan efektivitas program komunikasi pemasaran BPR yang sudah dijalankan oleh BPR,” ujarnya.
Diketahui, BPR di Sulut, sebut Senduk ada 22 BPR. Dan sampai saat ini kepercayaan masyarakat terhadap BPR adalah 1000%. Terbukti dana pinjaman yang digulir sudah mencapai Rp1 triliun. Sedangkan dana yang dihimpun Rp1,2 triliun.
“Kami berharap kinerja semakin.baik, terutama meningkatkan kemitraan dengan UMKM,” tandasnya.

Diketahui, peringatan HUT dirangkaikan dengan jalan sehat yang diikuti oleh 400 peserta dari 18 BPR. Pada kesempatan yang sama juga dibagikan hadiah menarik berupa sepeda dan lainnya.(hilda)













