Nyala Dedikasi dari Pesisir Donggala: Cerita Para Penjaga Terang di balik HUT ke-81 RI

Donggala, Sulutreview.com – Di balik megahnya deretan turbin dan deburan ombak pesisir Desa Lero Tatari, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, ada semangat meluap yang diam-diam berdenyut. Di sinilah PLTU Palu 3 berdiri, sebuah jantung energi berkapasitas 2 \times 50\text{ MW} yang tak pernah tidur demi memastikan rumah-rumah warga di Sulawesi Tengah tetap terang benderang, terlebih menyongsong peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

​Menjelang hari bersejarah bagi bangsa ini, energi kemerdekaan tidak hanya dirasakan lewat kibaran bendera merah putih di alun-alun kota, tetapi juga lewat keringat dan ketelitian para teknisi di lapangan. Kamis (23/7), Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, turun langsung menyapa para pejuang kelistrikan ini di tapak pembangkit.

​Langkah kaki menyusuri hamparan coal yard dan ruang kontrol tak sekadar menjadi agenda inspeksi formal, melainkan ruang apresiasi atas kolaborasi lintas negara dan budaya. Di sana, tim PLN bersinergi erat dengan jajaran manajemen PT Korea Energy Indonesia (KOENSIA) yang dipimpin oleh Hyoungbo Park, Incheol Lee, dan Song Hojun, serta pengawasan cermat dari PT PLN Nusantara Power UP Gorontalo.

​Bagi mereka, arti kemerdekaan hari ini adalah kemandirian dan keandalan pasokan energi untuk masyarakat. Setiap putaran turbin dan pemeriksaan stok batu bara adalah amanah agar senyum anak-anak yang belajar di malam hari, deru mesin usaha mikro warga, hingga hiruk-piruk persiapan pesta kemerdekaan di pelosok Sulawesi Tengah tak terganggu padamnya listrik.

​”Memastikan seluruh unit pembangkit beroperasi secara optimal, aman, dan efisien adalah kontribusi nyata kami dalam mengisi kemerdekaan,” ujar Rizal Calvary Marimbo penuh kehangatan. Ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dedikasi tanpa henti dari para teknisi yang berhari-hari menjaga performa operasional agar tetap prima.

​Nada serupa digelorakan oleh General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun. Keandalan daya 100\text{ MW} dari Donggala ini adalah napas bagi jalur distribusi kelistrikan masyarakat. Ketika pembangkit bekerja presisi, masyarakat di garis paling depan kehidupan sehari-hari bisa menikmati listrik tanpa rasa khawatir.

​Di sudut lain area pembangkit, Hyoungbo Park bersama tim KOENSIA terus memastikan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi yang utama. Dedikasi ini bukan sekadar tentang angka dan target daya, melainkan tentang rasa tanggung jawab kemanusiaan agar setiap pekerja bisa pulang dengan selamat, sembari menyalurkan terang bagi ribuan keluarga.

​Kemerdekaan mungkin diraih lewat perjuangan senjata di masa lalu, namun kini, ia dirawat lewat nyala terang yang konsisten di seluruh pelosok negeri. Dari pesisir Donggala, sinergi dan keringat para penjaga listrik ini menjadi bukti nyata bahwa semangat “Energi untuk Indonesia Maju” bukan sekadar slogan, melainkan napas kerja yang terus menyala.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *