MANADO, SULUTREVIEW
Setelah melewati tahapan penilaian yang ketat, Benito Vanderkley Sepang dengan nomor urut 09 dari Minahasa Selatan (Minsel) dan Brenda Tumbelaka nomor urut 24 dari Kota Kotamobagu berhasil menyandang gelar Nyong dan Noni Sulut (PNNS) 2018.
Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw yang menutup pemilihan Nyong dan Noni Sulut 2018 yang bertempat di Hotel Grand Kawanua International City (GKIC) Manado, mengatakan momentum ini untuk meningkatkan sumber daya manusia di Sulawesi Utara.

” Sumber daya manusia adalah yang paling utama. Karena persaingan kita akan semakin ketat. Sehingga diharapkan ajang Nyong dan Noni Sukut ini akan memberikan inspirasi kepada generasi muda dari Miangas sampai Tontulow Pinagoluman untuk menjadi pemuda-pemudi yang berkualitas , berkarakter punya kelas untuk hadir dalam kehidupan sehati-hari”, kata Wagub Kandouw.
Lanjut Wagub selamat berkompetisi, bagi pemenang banyak selamat dan yang belum masih ada kesempatan lain.
“Adik-adik sebagai utusan dari 15 kabupaten /kota kalian adalah sebagai pemenang dari pemuda -pemudi yang ada di sulut hanya kalian dari beberapa orang ini itu saja sudah menjadi pemenang,” tutup Wagub Kandouw.
Gelaran PNNS 2018 yang diawali dengan proses karantina sampai grand final yang digelar di GKIC Novotel ini tak lepas dari kerja keras banyak pihak.
Ajang perhelatan ke 45 ini, menurut Ketua Panitia Hanny Jost Pajouw (HJP), bukan fokus pada fisik semata tetapi lebih kepada pembentukan karakter.

“Input yang kami harapkan adalah menghasilkan duta-duta yang menjadi barometer generasi muda terbaik di Sulawesi Utara sehingga mereka ini adalah generasi-generasi yang paripurna,” ungkapnya.
Menariknya, jelas HJP peserta bukan hanya dipersiapkan sebagai duta pariwisata atau budaya, tetapi intelektualitas.

“Karena mereka bukan hanya dinilai dari performancenya. Melainkan lebih kepada intelektualnya,” ujarnya sembari menambahkan meski secara permanen fisiknya terlihat bagus, tetapi karakter dan pribadi yang baik adalah penentunya.
“Terima kasih untuk support semua pihak, terutama kabupaten/kota,” ujarnya.(hilda)
Penyandang gelar Nyong Noni Sulut 2018:
- Nyong Sulut tahun 2018:
Benito Vanderkley Sepang nomor urut 09 dari Minsel
– Noni Sulut:
Brenda Tumbelaka Noni nomor urut 24 dari Kotamobagu
- Wakil I Nyong Sulut nomor peserta 29:
Gino Vanderkley dari Minut
– Wakil I Noni Sulut nomor peserta 16:
Fabiola Kaunang dari Manado
- Wakil II Nyong Sulut nomor peserta 21:
Noval Rompis dari Manado
– Wakil I Noni Sulut nomor peserta12:
Anggia Kloer dari Minsel
– Harapan I Nyong Sulut nomor peserta11:
Dicky Ngantung dari Manado
– Harapan I Noni Sulut nomor peserta 36
Theresa Darenta dari Bitung
- Harapan II Nyong Sulut nomor peserta 15:
Dodi Lauma dari Bolmut
– Harapan II Noni Sulut nomor peserta 02:
Wigia Junus dari kabupaten Minahasa
- Harapan III Nyong Sulut nomor peserta 17:
Berlandy Mamangkey dari Boltim
– Harapan III Noni Sulut nomor peserta 38:
Pingkan Kiolol dari kabupaten Minut
Pemenang Atribut:
– Favorit Noni 2018 nomor 10 kota Manado Sjeren Saroinsong,
– Favorit Nyong nomor urut 23 dari Minsel Kevin Walean.
– Nyong fotogenic nomor 03 dari Kota Tomohon Brandon Senduk,
– Noni fotogenic nomor 32 dari Mitra Morenna Sumolang.
– Nyong berbakat nomor urut 19 dari Talaud Michael Paendong,
– Noni berbakat nomor 28 Syarifah Van Gobel dari Bolsel
– Nyong persahabatan nomor 13 Jhon Tampara dari kabupaten Sangihe
– Noni persabahatan nomor 14 Latifa Alhabsyi dari Boltim.
– Nyong Intelegensia nomor 01 Jeheskiel Lengkong dari Kabupaten Kepulauan Sitaro
– Noni Intelegensia nomor 20 Mercyta Dien dari Kota Manado
– Kreasi Batik Tou Minahasa Nyong nomor 27 Elfady Manueke dari Kabupaten Minahasa
– Kreasi Batik Tou Minahasa Noni nomor 30 Paramita Lalujan dari kabupaten Minsel.
Sumber : Panitia PNNS 2018.













