JAKARTA, SULUTREVIEW
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan mengaku partainya akan meyakinkan kadernya di Sulut yang tidak mendukung pasangan Prabowo-Sandi dalam Pilpres mendatang.
Menurutnya dari 34 DPD-PD hampir 80 persen mereka memilih Prabowo.
Mengapa mereka begitu, karena mereka seluruh kader Demokrat menginginkan agar yang dicalonkan kader Demokrat sendiri. “Jadi realistis dong,” tambahnya.
“Nah dari yang lebih 20 persen itu memang kebanyakan dari Jatim, Papua NTT, Bali, Sulawesi Utara. Itu hanya puluhan orang saja. Jadi ada itu seluruh Indonesia,” ungkapnya.
“Masih ada waktu 6 bulan. Justru itulah yang menjadi kewajiban kami sekarang DPP, meyakinkan kepada mereka yang 20 persen itu agar mereka memilih Prabowo dengan alasan-alasan 1,2,3,4 dan 5. Karena mungkin mereka belum tahu, apa, kenapa sih. Mereka kan hanya dihadapkan pada dua opsi, apakah ke Prabowo atau ke Jokowi,” katanya
dalam diskusi yang dilaksanakan Pengurus Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerja sama dengan Sekretariat Jenderal DPR dengan tema ‘Isu Dua Kaki Demokrat Ganggu Parpol Koalisi?’ di Press Room Gedung Parlemen, Kamis (13/9/2018).
Menurutnya, semua partai mengalami hal sama terhadap sikap kadernya. Namun dirinya yakin PD tetap Solid mendukung Prabowo.
“Jadi kami mengatakan solid, komitmen kami mendukung Prabowo-Sandiaga. Kalau ada satu dua sekian menurut data statistik di dalam mengevaluasi satu kesimpulan berdasarkan data statistik, data statistik kalau satu dua itu dieliminir, dianggap tidak ada. Karena tidak berpengaruh signifikan,” pungkasnya.
Dia menambahkan pilihan PD mendukung Prabowo karna masukan dari daerah.
“Pak SBY menginstruksikan kepada seluruh DPD seluruh Indonesia untuk melakukan survei internal di seluruh kader PD.
Survei itu minta persetujuan atau pandangan apakah mau pilih, dukung Jokowi atau Prabowo. Jadi kita betul2 bottom-up, dari bawah. Dan murni tidak ada pengkondisian dulu,” katanya.(rizal)













