MANADO, SULUTREVIEW
Pemilihan Nyong Noni Sulut 2018 yang diikuti 34 peserta utusan kabupaten/kota, siap berkompetisi untuk menjadi yang terbaik.
Ajang perhelatan ke 45 ini, menurut Ketua Panitia Hanny Jost Pajouw (HJP), bukan fokus pada fisik semata tetapi lebih kepada pembentukan karakter.
“Input yang kami harapkan adalah menghasilkan duta-duta yang menjadi barometer generasi muda terbaik di Sulawesi Utara sehingga mereka ini adalah generasi-generasi yang paripurna,” ungkapnya saat mengawali karantina Nyong Noni Sulut 2018 di hotel Peninsula, Rabu (12/9).
Menariknya, jelas HJP peserta bukan hanya dipersiapkan sebagai duta pariwisata atau budaya, tetapi generasi muda yang memiliki intelektualitas membanggakan.

“Karena mereka bukan hanya dinilai dari performancenya. Melainkan lebih kepada intelektualnya,” ujarnya sembari menambahkan meski secara permanen fisiknya terlihat bagus, tetapi karakter dan pribadi yang baik adalah penentunya.
“4B adalah mutlak. Apa itu, yakni brain atau kepintaran, behaviour, beauty atau kecantikan. Bukan hanya dari luar tetapi kecantikan dari dalam atau inner beauty yang tercermin lewat kepribadian, akan sangat menentukan. Karena walaupun mereka pintar tetapi kalau karakternya tidak baik tidak berguna, maka sia-sia. Dan yang terakhir adalah brave, yakni keberanian sesuai gaya anak muda secara positif, yang berani menyuarakan kebenaran demi pembangunan daerah kita tercinta,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulut, Ferry Sangian SSos mengatakan pemilihan Nyong dan Noni Sulut 2018 menjadi kesempatan bagi peserta untuk memaksimalkan potensi. Baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Khususnya, di saat Sulawesi Utara menyelenggarakan event bertaraf internasional yang membutuhkan sumber daya manusia berkualitas. Memiliki kecerdasan dan keberanian serta kepribadian dan penampilan yang menarik. Dalam konteks itulah perlu dipersiapkan generasi muda yang akan menjadi duta pariwisata dalam berbagai event. Bahkan memperkenalkan potensi Sulawesi Utara dan kebudayaan, ekonomi, sekaligus menjadi pelopor bagi daerah lain,” tandasnya.
Diketahui, peserta akan dibekali materi good governance, kepribadian, kepariwisataan, kebudayaan, beauty class, kesehatan, psikotest, enterpreneurship, antisipasi hoax, table manner, wawancara dan fashion show.
“Peserta juga melakukan kunjungan ke kantor gubernur, goes to traditional market Bersehati dan kunjungan ke objek wisata. Sedangkan tim juri terdiri Ketua dewan juri, Ketua TP PKK Rita Dondokambey Tamuntuan, Kemenpar, akademisi Unsrat, dr Devi Kartika Tanos MARS, pemerintah, media dan entrepreneur.

“Peserta terbaik akan diikutsertakan daalam pemilihan Putri Indonesia 2019,” ujar HJP.
Diketahui, untuk grand final akan digelar di Hotel Novotel Manado pada tanggal 17 September 2018.(hilda)













