Manado, SULUTREVIEW
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Ir Happy TR Korah MSi mengatakan tingkat kunjungan turis mengalami peningkatan signifikan, yakni hampir menyentuh 70 ribuan.
Namun sayangnya, peluang besar tersebut belum sepenuhnya ditangkap oleh pelaku usaha yang ada di daerah ini. Terbukti tak sedikit dari pelaku usaha yang masih menjual produk dari daerah lain.

“Manfaatkan kedatangan turis dengan produk unggulan, yang bertemakan ikon-ikon Sulut. Berciri khas identitas daerah kita. Jangan turis disodori produk yang menggunakan nama daerah lain. Perhatikan juga nilai estetika kemasan produk, jangan kita kalah bersaing,” kata Korah pada saat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan Koperasi bagi Pengelola Koperasi/KUD se Provinsi Sulut yang digelar di UPTD Koperasi dan UKM, yang digelar 30 Juli sampai 3 Agustus 2018.
Lanjut katanya, khusus untuk koperasi, Korah menjelaskan agar tetap memperhatikan perkembangan dan kemajuan teknologi. Berikut bagaimana dapat menekan cost.
“Koperasi harus gunakan teknplogi minimal WhatsApp sehingga hubungan satu dengan lain tidak perlu surat-suratan atau tulis menulis. Contohnya, Jawa Barat sudah melaksanakan. Pada saat RAT tidak lagi secara manual. Sehingga uang kumpul-kumpul dan makan-makan dimanfaatkan untuk pengembangan koperasi,” beber Korah.

Tak itu saja, Korah juga menyentil koperasi agar tetap eksis. Karenanya, koperasi harus sehat administrasi dan SDM. Apalagi dengan pelatihan akan mengingatkan kembali prosedur pengelolaan koperasi.
Lebih jauh, Kepala UPTD Balai Diklat Koperasi dan UKM Daerah Provinsi Sulut, Clara Polii SE MSi, berharap pelatihan yang diberikan dapat berdampak pada peserta, terutama makin paham bagaimana mengelola koperasi yang mengacu pada prinsip-prinsip koperasi serta kebijakan organisasi dan manajemen yang didasarkan pada AD-ART sebagai peraturan.(hilda)













