Provinsi Jatim dan Sulut Intens Kembangkan Misi Dagang

Manado, SULUTREVIEW

Misi dagang antara Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Sulawesi Utara (Sulut) sudah berlangsung sekian lama. Kedua belah pihak bahkan intens saling menyuplai berbagai produk dan komoditas yang secara langsung ikut mendorong pertumbuhan ekonomi.

Karenanya untuk menumbuhkan dan memperkuat kerja sama yang semakin berkembang, terutama dalam menjawab misi dagang melalui temu bisnis atau business to business, kedua belah pihak sepakat untuk secara langsung mempertemukan para buyers. Harapannya, akan membuka peluang baru yang tentu saja akan menambah pundi-pundi transaksi.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Provinsi Jatim Ir Saiful Jasan mengurai bahwa sejauh ini, nilai transaksi dari misi dagang yang digulir sejak 2016-2017 dengan sejumlah daerah termasuk Sulut sudah mencapai Rp 10,9 triliun.

“Komoditi yang dikirim ke Jatim meliputi cengkih, kelapa segar, kopra, jagung pipilan, rumput laut, kopi, robusta dan lada. Sedangkan dari Jatim berupa pupuk, buah segar, sayur, apel, kentang, bawang merah, sapi, daging ayam, telur, makan minum, mesin hingga produk kerajinan,” jelasnya di sela Misi Dagang Jatim di Sulut, Kamis (19/7/2018).

Sementara itu, Staf Ahli Pemerintah Provinsi Sulut, Drs Marhaen Roy Tumiwa MPd bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia menyampaikan pemerintah atas nama gubernur dan wakil gubernur memberikan komitmen dan konsistensi bahkan suporting kepada pelaku usaha yang ada. Hal itu ditandai oleh regulasi yang  memudahkan investasi.

“Sulut saat ini masuk dalan zona  tourism dan investasi yang mengalami peningkatan pesat. Hal itu didukung oleh kondusifitas daerah yang aman. Terbukti selang 2017 sebanyak 117 ribu turis Cina masuk Sulut karena ditunjang penerbangan langsung,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Tumiwa dengan pertumbuhan ekonomi yang mampu bertengger di level 6,5 persen, semakin mengokohkan bahwa perekonomian di Bumi Nyiur Melambai bergairah.

“Melalui temu bisnis ini kami harapan akan semakin mendorong perekonomian daerah masing-masing yang tujuaannya adalah kesejahteraan rakyat,” tandasnya.

Turut hadir dalam Misi Dagang, Staf Khusus Gubernur bidang perekonomian Hanny Joost Pajouw dan Kepala Dinas Perindistrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulut, Ir Jeany Karouw MSi.

“Misi dagang ini kami harapkan dapat meningkatkann kerja sama dagang yang sudah ada.  Terutama untuk menangkap potensi yang cukup besar. Kami melihat ada peluang pasar,” kata Karouw sembari berharap IKM yang ada agar terus meningkatkan kualitas produk sehingga dapat berpartner dan menangkap peluang pasar.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *