Mahasiswa Demo Rektorat Unsrat, Desak Transparansi Beasiswa PPA

Manado, SULUTREVIEW

Puluhan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar aksi demo di rektorat, Kamis (12/7/2018).

Dalam orasinya Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH Unsrat, Christ Tumbel mendesak pihak rektorat membeber data realisasi beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). Pasalnya, mahasiswa FH Unsrat  yang menerima hanya 124 orang.

Tak itu saja, Tumbel juga meminta rektorat untuk menyampaikan data penerima beasiswa dari 11 fakultas secara transparan.

“Kami minta data distribusi beasiswa PPA itu jumlahnya berapa. Kami minta agar disampaikan secara
tansparan,” ujarnya.

“Beri keadilan bagi kami. Sebab tiap mahasiswa yang berprestasi berhak untuk menerimanya. Jika rektor bijak, maka Unsrat hebat dan Sulut sejahtera. Tentu saja jika beasiswa yang diberikan sesuai dengan peruntukannya,” ungkap Tumbel kembali.

Selain itu, Tumbel juga meminta rektorat agar mengeluarkan kebijakan terkait dengan puluhan mahasiswa FH Unsrat yang terancam drop out (DO). Khususnya yang tercatat sebagai mahasiswa semester 14.

“Kami meminta agar mahasiswa yang akan DO dapat diakomodir untuk mengikuti semester antara,” ujarnya.

Menariknya, demo yang berlangsung aman dan tertib tersebut disambut oleh sejumlah petinggi Unsrat, yakni Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Ir Hengky Johanis Kiroh MS didampingi Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Dr Ronny A Maramis SH MH dan Juru Bicara Unsrat Hesky Kolibu.

“Distribusi beasiswa sudah disalurkan sesuai dengan peruntukannya. Untuk Fakultas Hukum quotanya sebesar 124 tetapi yang diusulkan sebanyak 400-an nama. Sehingga dalam proses seleksi kami mengutamakan capaian nilai yang terbaik. Kemudian diikuti dengan standar lainnya seperti ekonomi keluarga,” kata
Kiroh sembari menambahkan agar hal ini dapat dikomunikasikan ke fakultas.

Sedangkan terkait dengan semester antara Kiroh mengatakan pada mahasiswa agar mengontrak mata kuliah terlebih dahulu. Dengan demikian ketika nilai kurang dapat dilakukan perbaikan,” tandasnya.

Koordinator Pusat Pengelolaan & Pengembangan. Kuliah Kerja Nyata Terpadu (P3KKNT) Unsrat, Dr Ir Rignolda Djamaluddin MSi, mengingatkan mahasiswa untuk fokus pada kegiatan perkuliahan. Dengan harapan ketika ada case dapat dikomunikasikan pada pihak-pihak yang kompeten di bidangnya. Tanpa harus  dilaksanakan melalui aksi demo. Untuk kemudian dicarikan solusinya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *