Jakarta, SULUTREVIEW
Wakil Ketua DPR RI Bidang Korpolkam, Fadli Zon mengatakan DPR akan menyelenggarakan Indonesia Pacific parliamentary Partnership (IPPP) yakni sebuah forum kemitraan parlemen antara Indonesia dengan negara-negara kepulauan di Samudra Pasific berlangsung di Grand Hyat Jakarta tanggal 23-24 Juli 2018 mendatang.
Sekitar 16 negara yaitu Kepulauan cook, federasi mikronesia , Fiji, Francis Polinesia, Kiribati, Nauru, Kaledonia baru, Niue, Palau, Papua Nugini, kepulauan Marshall, Samoa, Kepulauan Salomon, Tonga, Tuvalu dan Vanuatu akan di undangnya.
Acara tersebut bertema
Human Development and Maritime Sustainabeility atau pembangunan manusia dan keberalangsungan dunia maritim.
“Sampai 5 Juli kemarin ada 6 ketua parlemen yang akan hadir dalam forum tersebut yang sudah konfirmasi, yaitu dari mikronesia , Fiji, Kiribati, Nauru Tonga dan papua Nugini, ini adalah ketua parlemen,” tukasnya seraya menambahkan kurang- lebih 80% dari 16 negara itu yang akan hadir. Ini adalah salah satu forum pertama yang digagas oleh DPR sebagai upaya untuk mendukung diplomasi yang dilakukan oleh pemerintah,” kata Politisi dari Partai Gerinda ini kepada wartawan dalam diskusi bertema ‘Jelang Kegiatan Indonesia – Pacific Parliamentary Partnership’ (IPPP) di komplek Parlemen, Jumat(6/7/2018).
Menurutnya itu satu Forum yang kita anggap penting terutama karena pacipic adalah bagian dari negara-negara yang jarang sekali kita sentuh sementara mereka mempunyai hak suara di PBB.
Bahkan ada beberapa negara-negara yang tadi juga disebutkan memberikan suara yang mungkin agak kurang mendukung integritas wilayah Indonesia, waktu itu ada 6 negara Pacipic yang mendukung Papua merdeka di PBB dan tahun lalu ada 2 negara. Sehingga momennya nanti DPR ingin mengajak mereka untuk berdialog tentang sebuah kerja sama sehingga kesalah fahaman itu bisa hindari.
“Kita sampaikan kepada via Parliamentary Chanel atau via saluran Parlemen karena banyak negara-negara ini kita mempunyai kerja sama yang cukup baik di forum-forum internasional ,baik di IPU yang selalu diadakan antara lain di Genewa dan tahun lalu di Moscow. Sehingga diharapkan melalui IPPP Kita bisa menjalin hubungan kerjasama dengan negara-negara pasific.
Lebih dari itu, dimaksudkan agar mereka lebih mengerti Indonesia. Bahkan mungkin bisa mendukung integritas wilayah Indonesia secara maksimal melalui sebuah dialog tentang bagaimana bekerja sama dengan mereka.
“Jadi meskipun tempat ini jauh, dan mungkin relatif negaranya tidak terlalu besar, tetapi mereka tetap sebuah voting atau suara di PBB,” pungkasnya.(rizal)













