Manado, SULUTREVIEW
Memasuki babak kedua di periode kepemimpinan 2018-2022, Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA mengajak semua intelektual yang ada di lingkup Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) untuk lebih peduli pada kemajuan pendidikan.
Hal itu penting, sebab masa depan bangsa terletak pada generasi muda yang saat ini tengah mengecap pendidikan di institusi yang telah berhasil mengantarkan lulusan berkualitas.
“Melalui kesempatan ini, saya mengajak semua pihak untuk lebih peduli terhadap kemajuan Unsrat. Marilah kita bergandengan tangan, bahu membahu mengantar institusi ini menjadi semakin unggul sekaligus berbudaya tinggi di mata masyarakat dan dunia,” ungkap Kumaat di tengah ibadah ucapan syukur yang digelar di auditorium Selasa (3/7/2018).

Tak itu saja, Kumaat yang menyalin sambutan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), berharap semua pihak dapat menatap Unsrat yang lebih baik dan tidak memberikan ruang sehingg membuat Unsrat gaduh.
“Jangan sampai lingkungan kampus terjadi saling menghujat dan menghina. Bahkan sumber radikalisme. Karena itu kampus harus dibangun dengan baik untuk bersaing di kelas dunia,” tegas Kumaat.
Tak itu saja, Kumaat juga mengajak, seluruh civitas akademika bersatu dalam kebersamaan dengan pandangan ke depan.
“Marilah kita jadikan berbagai dinamika yang telah terjadi sebagai riak-riak yang semakin memperteguh perjuangan kita demi Unsrat yang semakin tangguh,” sebut Kumaat.
“Mari kita buktikan kepada dunia bahwa sekalipun konflik sempat terjadi, namun tidaklah harus sampai membawa perpecahan diantara keluarga besar Unsrat,” ucapnya sembari menambahkan bahwa ada masanya bagi Unsrat untuk bangkit.

“Kiranya Tuhan memampukan kita untuk bangkit dan bersatu kembali demi kemajuan institusi yang sama-sama kita cintai ini. Together, we can do more,'” tandasnya.
Lebih jauh, Kumaat mengharapkan, dalam kebersamaan dan pada waktu yang tepat, Unsrat akan kembali mengukir prestasi.
“Kta akan take off sebagai universitas yang membawa kebanggaan di Sulut terlebih bagi bangsa Indonesia tercinta,” tutupnya.(hilda)






