Melonguane, SULUTREVIEW
Aksi unjuk rasa Aliansi Peduli Pilkada Talaud di depan kantor KPUD kepulauan Talaud Selasa (3/7/2018) berujung ricuh.
Massa yang dipimpin Welkinton Tatoda awalnya berkumpul di lapangan Sangkudiman Melonguane, selanjutnya massa yang dikawal langsung oleh Personil Polres bersama Prajurit TNI AD bergerak ke Kantor Panwaslu Kabupaten Talaud untuk menyampaikan aspirasinya
Di depan gedung panwas para pengunjuk rasa meminta agar beberapa TPS yang bermasalah dilaksanakan pemilihan ulang dan juga mengusut adanya penggelembungan suara dibeberapa TPS.

Para pengunjuk rasa memberikan ultimatum agar pada hari jumat tanggal 6 juni 2018, sudah ada keputusan atas permintaan dari para pengunjuk rasa tersebut.
Usai menyuarakan aspirasinya di gedung Panwas, satu jam kemudian para pengunjuk rasa yang dikawal ketat oleh petugas keamanan, menuju ke KPUD Talaud.
Di gedung KPUD, para pengunjuk rasa diterima oleh Ketua KPUD Velma Sumee, dan inti tuntutan yang di sampaikan pengunjuk rasa masih sama pada dengan yang disampaikan di kantor Panwaslu Talaud.
Unjuk rasa yang awalnya berjalan Aman dan tertib mulai tak terkendali.
Massa pengunjuk rasa sudah mulai bertindak anarkis, dikarenakan tidak menerima penyampaian dari Ketua KPUD Velma Sumee yang mengatakan akan mengedukasi pengunjuk rasa.
“Kita mo bimtek dulu pa ngoni, supaya ngoni tau” katanya.
Ditambah lagi ketika massa ribut ketua KPUD mengatakan agar pengunjuk rasa diam. “Badiam dulu supaya ngoni puas,” ujarnya.
Tidak puas dengan pernyataan Ketua KPU, massa langsung memaksakan diri untuk masuk ke halaman kantor, dan berusaha menerobos blokade petugas keamanan.
Mobil water canon yang disiagakan Polres Talaud mulai menyemprotkan air kepada massa yang hendak menerobos masuk.
Selain berusaha menerobos blokade polisi, massa juga melakukan pelemparan kepada Personi Polri dan TNI yang sedang melakukan pengamanan dan juga melakukan pelemparan digedung Kantor KPUD.

Akibatnya, beberapa personil Polri terkena lemparan batu, kaca depan dan samping kanan gedung KPUD pecah, kaca depan mobil Terios yg diparkir dihalaman kantor KPUD pecah, serta kaca mobil espas bagian belakang milik masyarakat yang diparkir didepan gedung KPUD juga ikut pecah terkena lemparan batu.
Pihak kemanan yang memberi tembakan peringatan ke udara, tidak dihiraukan massa yang melempari batu ke petugas dan di kantor.
Untuk mengendalikan massa yang sudah bertindak anarkis petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menembakan peluru karet serta gas air mata, untuk membongkar barisan massa.
Selang beberapa waktu, petugas berhasil mengendalikan massa dan memukul mundur massa dari depan gedung KPUD Talaud.
Beberapa korban dari masyarakat yang terkena peluru karet langsung dilarikan ke RSUD Mala untuk mendapat perawatan medis.
Di saat yang sama juga petugas keamanan juga mengamankan delapan warga, pendemo yang diangap sebagai provokator dan pemicu timbulnya pelemparan.
(fanly)













