Manado, SULUTREVIEW
Menjelang tahapan pelantikan Rektor definitif Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Prof DR Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA yang saat ini berstatus sebagai rektor terpilih sebagaimana hasil pilrek yang digelar Kamis (7/6/2018) lalu, mengajak seluruh keluarga besar Unsrat untuk bergandeng tangan demi Unsrat yang maju.
Sembari menunggu pelantikan, Kumaat yang saat ini masih tetap memimpin Unsrat hingga berakhir masa periode pada 24 Juli mendatang, menyatakan memiliki tugas yang berat. Yakni selain terus menjalankan masa jabatannya, juga menghadapi intrik dan riak-riak pasca pilrek Unsrat.
Tak dapat dipungkiri, kondisi ini mencuat sebelum dan sesudah pilrek, di mana banyak dinamika yang telah dan terus terjadi.
“Kita semua patut bersyukur, karena pilrek sudah berhasil dilewati. Unsrat berhasil menyelenggarakan pesta demokrasi, kalau pun dalam tahapan tersebut terdapat perbedaan pandangan itu hal yang biasa. Ibarat pertandingan pastinya ada pihak yang menang dan ada juga pihak yang kalah. Sudah sepatutnya jika kita semua berjiwa sportif dan mental yang iklas,” tuturnya.
Kalaupun ada pihak-pihak yang belum dapat menerima hasil pilrek, lanjut Kumaat, disarankan untuk menempuh cara-cara yang bijaksana sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
“Janganlah membuat gaduh dan kerusuhan ataupun gerakan-gerakan yang hanya merusak nama baik Unsrat bahkan Sulut yang dikenal dengan daerah yang cinta damai,” tukasnya sembari menambahkan Unsrat merupakan lembaga pendidikan ternama yang dihuni oleh kaum intelektual.
“Jangan coreng Unsrat karena ambisi dari oknum-oknum tertentu,” tegasnya.
Lebih dari itu, Kumaat mengharapkan agar rival-rival dalam pilrek dan pendukungnya dapat kembali bersatu membangun Unsrat.
“Milikilah jiwa yang sportif, bahwa pilrek sudah selesai, jangan lagi menoleh ke belakang dengan perbedaan yang ada. Saat ini mari kita bersatu membangun Unsrat,” pintanya.

Beredar kabar bahwa pasca terpilih, Kumaat bakal “menghabisi” rival-rivalnya setelah dilantik nanti. Namun hal itu ditepisnya. Justru sebaliknya, srikandi pertama yang bakal memimpin Unsrat hingga 2 periode ini menunjukkan sikap bijaksana.
“Hal paling penting saat ini adalah merangkul semua civitas akademika Unsrat supaya bersatu untuk memajukan universitas. Makanya, fokus saya sekarang adalah mencari jalan supaya Unsrat bisa lebih hebat lagi ke depannya. Tak hanya bersaing dengan universitas dalam negeri, tapi juga go internasional untuk menjadi universitas kelas dunia,” ujarnya.
“Saya membutuhkan semua dukungan dan kita semua harus saling mendukung sesuai falsafah Si Tou Timou Tumou Tou,” kata Kumaat.
Kumaat mengaku bersyukur proses pilrek berjalan dengan lancar. Hanya saja, diakuinya kalau menjadi rektor merupakan kepercayaan dan tanggungjawab yang besar.
“Memimpin kampus sebesar Unsrat ini tidak bisa sendiri tapi mesti didukung banyak pihak, khususnya civitas akademika Unsrat. Untuk itu, saya berdoa semoga dimudahkan dalam melaksanakan kepercayaan dan tanggungjawab ini, mari bersama berjalan maju,” sebutnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Prof dr Ali Ghufrom Mukti MSc PhD yang mewakili Menteri Ristekdikti dalam pilrek Unsrat lalu mengatakan bahwa pilrek Unsrat sudah berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada.
“Semua pihak diharapkan legowo dan menghormati proses pemilihan dan hasil yang telah ditetapkan dalam rapat senat 7 Juni 2018, prosesnya tinggal menunggu pelantikan,” katanya.
Gufron berharap, rektor terpilih harus mampu membawa Unsrat jadi universitas kelas dunia. “Unsrat harus mencapai taraf lebih tinggi dari saat ini, menjadi kampus kelas dunia, menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memiliki peran dalam pembangunan. Itu yang harus dilakukan rektor terpilih dan civitas akademika Unsrat,” pesannya.(hilda)













