Dinkes Talaud Ingatkan Warga Cegah Dini DBD

Melonguane, SULUTREVIEW

Hasil kajian epidemiologi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud memperoleh gambaran epidemiologi
yang terjadi selang Januari hingga Mei 2018, telah terjadi peningkatan kasus.

Peningkatan kasus DBD yang bersifat sporadik dengan angka kejadian terbanyak pada anak-anak, kemudian akibat perubahan iklim hujan-panas berkorelasi dengan perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti sebagai vektor virus DBD.

Karenanya, perlu dilakukan upaya pengendalian dan pemberantasan vektor nyamuk Aedes Aegypty sangat berhubungan erat dengan lingkungan dan perilaku masyarakat.

Sehubungan dengan itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud mengimbau agar masyarakat dapat melaksanakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan masing-masing melalui kegiatan 4 M Plus 2 (dua) kali dalam seminggu.

“Menguras tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, vas bunga, tempat penampungan air, kulkas dan lain-lain, agar telur-telur nyamuk Aedes mati. Menutup semua wadah tempat penampungan air di dalam maupun di luar rumah, mengubur atau memusnahkan semua barang bekas yang dapat menampung air, seperti kaleng bekas, gelas/botol bekas air mineral, ban bekas dan lain-lain agar tidak menjadi tempat bertelur dan perkembangbiakan nyamuk,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud Dr Kerry D Monangin ME, Kamis (8/6/2018).

“Selain itu, memantau semua tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk, melalui kerja bakti massal di masing-masing lingkungan tempat tinggal,” tambahnya.

Monangin menambahkan, agar Virus DBD tidak menyebarluas maka perlu untuk memperhatikan hal-hal berikut.

“Jangan menggantung baju didalam rumah, menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan lotion anti nyamuk, membubuhkan bubuk pembunuh jentik Aedes seperti Abate dan memelihara ikan,” imbaunya.

Lanjut dikatakan bahwa, fogging/pengasapan bukan solusi terbaik untuk pemberantasan nyamuk Aedes, karena fogging hanya dapat membunuh nyamuk dewasa sedangkan telur/jentik nyamuk Aedes tidak dapat diberantas/dibasmi dengan fogging.

“Kenali tanda-tanda DBD yaitu panas tinggi 2-7 hari, pendarahan berupa bintik-bintik merah di kulit, mimisan atau gusi berdarah, nyeri perut/uluh hati,” katanya.

Apabila ditemukan gejala-gejala tersebut segera membawa penderita ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat.

“Penyakit Demam Berdarah sangat menular dan bisa menyebabkan kematian,” tutupnya.(fanly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *