Manado, SULUTREVIEW
Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA menyebutkan bahwa membangun jati diri itu tidak cukup hanya melalui Rektor mengingatkan, membangun jati diri tidaklah cukup hanya dengan membaca buku atau mengikuti seminar atau pelatihan semata. Tetapi dibutuhkan sebuah mekanisme pembiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang dan terarah agar membudaya.

“Hal itu sejalan dengan pola pikir bangsa kita yang termaktub dalam Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia, UUD 1945 sebagai dasar negara Indonesia, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara,” kata Prof Kumaat saat menghadiri Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI di Rektorat Unsrat, Selasa (22/5/2018).
Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI tahun ini, kata Prof Kumaat telah sesuai dengan dinamika mahasiswa yang datang dan pergi. Lagipula perjalanan bangsa ini tampaknya menuntut sosialisasi signifikansi dari 4 Pilar perlu terus digaungkan secara meluas.
“Melalui sosialisasi ini rasa kebangsaan akan semakin mengakar bagi generasi saat ini dan mendatang serta dengan terbentuknya jiwa nasionalisme, kita dapat menghadapi era persaingan bebas secara bersama sebagai suatu bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, turut hadir Ketua MPR-RI Dr H Zulkifli Hasan SE MM, Ketua KPK Periode 2011-2015, Abraham Samad, Anggota DPR-RI Akbar Faisal, CEO Kami Indonesia Asri Anas, Dedi Miing Gumelar dan Mahasiswa.(hilda)






