Manado, SULUTREVIEW – Untuk menggairahkan sektor pariwisata, kabupaten/kota semakin fokus menciptakan destinasi baru dengan harapan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
Upaya tersebut dinilai bijak sebab, destinasi pariwisata adalah kunci untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Hanya saja, ada konsep yang harus dikedepankan, yang lebih dikenal dengan 3A yang meliputi, Atraksi, Aksesbilitas dan Amenitas.
“Menciptakan destinasi baru itu perlu dengan tetap memperhatikan standar 3A,” kata Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Provinsi Sulut Jhon H Paerunan SH baru-baru ini.

Menurut Paerunan, kuncj pengembangan destinasi wisata terletak pada 3A tersebut. Contohnya saja, di sejumlah kabupaten/kota terdapat destinasi yang sangat indah. Tetapi bagaimana wisatawan dapat menjangkaunya jika tidak didukung oleh transportasi yang memadai. Atau bagaimana amenitas yang meliputi sarpras, seperti toilet, restoran, parkiran serta ketersediaan air bersih tidak ada. “Nah dalam kondisi yang demikian wisatawan pasti akan enggan untuk datang. Itulah sebabnya, konsep 3A menjadi kunci dari kemajuan pariwizata,” kata Paerunan.
Selain itu, layanan informasi dan telekomunikasi, lanjut Paerunan juga sangat penting. “Begitu toba di lokasi destinasi wisata, wisatawan akan langsung mengupload setiap momen yang dijumpai. Tetapi kalau tidak ada telekomunikasi, wisatawan akan enggan datang kembali,” tukasnya.
Di sisi lain, Paerunan menambahkan agar pihak terkait turut memberikan perhatian. Terutama aksesbilitas. Sehingga tercipta kemudahan transportasi.(hilda)













