Haji Harsono: Kinerja Perumda Pasar Sudah Maksimal Lewat Hasil KAP Wajar Dengan Pengecualian

Bitung, Sulutreview.com– Mengelola instansi yang baru, salah satu tipsnya memang memerlukan fondasi yang kuat dari penetapan struktur organisasi, visi-misi yang jelas, serta penataan administrasi keuangan yang disiplin.

Apalagi Manajerial yang baru, yang kinerja yang belum setahun, tentu, banyak tantangan, kesiapan mental untuk melakukan perubahan-perubahan dari segala sisi untuk menjadikan instansi tersebut disebut sehat.

Di Perumda Pasar Kota Bitung misalnya. Sejak dipercayakan Wali Kota Hengky Honandar SE dan Randito Maringka S.Sos (HH-RM). Manajerial Perumda Pasar yang baru yaitu Plt Direktur Ramlan Ramadhan, Plt Direktur Keuangan Ronny Boham S.Sos dan Plt Direktur Operasional Vanny Kaunang SIP sudah mulai menata secara perlahan dari segala sisi. Serta sudah menunjukan komitmen perubahan yang nyata di Perumda Pasar.

Sebagaimana disampaikan Pemerhati Politik dan Kemasyarakatan kota Bitung Haji Harsono Muhammad S.Sos ketika dikonfirmasi media terkait banyaknya serangan dimedia sosial terhadap kinerja tiga direksi.

Menurut Dosen STISIPOL Merdeka Manado ini, Ukurannya sangat jelas dan sudah terpublikasi. Dimana dalam internal pengelolaan hasil pemeriksaan Kantor Akuntan Publik (KAP) tahun 2025 memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Ini jelas prestasi, karena sebelumnya di 2024 auditor KAP yang sama, justru memberikan penilaian Disclaimer artinya buruk dan tidak wajar.

“Publik harus realistis menilai. Perusahaan dengan Disclaimer disulap dalam jangka waktu enam bulan oleh tiga direksi baru menjadi WDP bukan perkara gampang,” tuturnya.

Apalagi sejak mereka menjabat Perusahaan ini bisa masuk pada kategori sakit. Pendapatan tidak berimbang dan banyak kebocoran pengelolaan”. Ungkap Harsono.

Sebagai seorang akademisi, Harsono mengajak publik menilai dengan objektif kinerja Perumda Pasar.

Hasil KAP sudah final, karena KAP direkomendasikan oleh aturan untuk menilai kinerja satu Perusahaan. Dan penilaiannya, dilaksanakan secara utuh dan menyeluruh oleh Auditor keuangan yang bersertifikat, kredibel dan independent.

“Jadi aneh kalo penilaian auditor profesional lalu disandingkan dengan penilaian segelintir pihak yang tidak memiliki latar belakang dan kompetensi. Apalagi jika penilaian datang dari asumsi-asumsi liar dan hanya mengandalkan media sosial sebagai senjata, tanpa data dan evaluasi akuntabilitas yang mumpuni. Itu penyesatan sifatnya”, Tegasnya.

Secara internal, lanjut Harsono, perubahan sangat terasa didalam menajemen. Harsono mengklaim memiliki informan, yang sering menyampaikan perubahan kebijakan dilevel menajemen. Mulai dari sistem kerja yang efektif dengan waktu terukur, standart kerja yang disesuaikan dengan regulasi perwako, kedisiplinan absensi yang tegas, alur pendapatan dan pengeluaran yang akuntabel, hingga perlawanan direksi terhadap Pungli, suap dan gratifikasi yang konsisten.

“ kita selalu diberikan informasi oleh orang internal. Bahwa manajemen sekarang tidak main main. Semua pegawai ketika datang kantor sudah paham tupoksinya, orang lapangan juga paham tugasnya. Sekarang tidak ada yang ke kantor tanpa tugas dan kerja. Tidak seperti dulu banyak yang nganggur tanpa kerjaan bahkan tidur dikantor, tanpa rasa bersalah. Sekarang semua kerja. Apalagi jika diketahui terlibat Pungli suap dan gratifikasi, langsung mutasi !!”, pungkasnya.

Hanya saja diakhir tanggapan, Harsono mengingatkan tiga direksi meski Tengah berjuang menyelesaikan hutang dan beban masa lalu, agar memperhatikan kewajiban menyetorkan deviden kepada pemerintah kota di akhir masa anggaran 2026.

“Sebab Jika sudah ada penyetoran deviden, maka secara jelas Manejeman perumda sekarang menjadi sempurna, dan para pengkritik karena kepentingan akan mundur,” pungkasnya.

Sebelum menutup statemen Harsono, Ia pun memberi Pantun. ‘Tinggi pohon di atas bukit, Tempat hinggap burung dara. Walau penampilan terlihat sedikit, Ilmunya luas seluas samudra.

Yang artinya kinerja Ramlan CS belum setahun, jadi tolak ukur kinerjanya masih sangat prematur kalau ada yang bilang masih kurang maksimal atau buruk. memang tak bisa dipungkiri masih banyak kelemahan dan itu lumrah sebab tidak ada orang yang sempurna.

“Karena saya sudah melihat secara kedalam dan dilapangan bahwa bekerja di Perumda Pasar tidaklah mudah atau segampang membalikan telapak tangan. Tentu kinerja mereka butuh proses namun perlahan perubahan demi perubahan sudah mereka tunjukan. Saya yakin dengan kerja keras dan perubahan yang mulai ditunjukan Ramlan CS, pasti kedepan Perumda Pasar akan semakin maju dan berkembang,” tutup Haji Harsono.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *