Pemukulan Petugas Avsec Bandara Sam Ratulangi Berlanjut ke Proses Hukum

0
1197

Manado, SULUTREVIEW – Menyikapi video

Tindakan pemukulan kepada petugas Aviation Security (Avsec) yang viral di media sosial sangat disesalkan pihak management Bandara Sam Ratulangi Manado.

Peristiwa tersebut dilakukan oleh penumpang Batik Air ID6275 dengan tujuan Jakarta kepada petugas Avsec Bandara Sam Ratulangi Manado pada Rabu (5/7) pagi.

Kejadian bermula pada pukul 07.46 WITA, datang dua orang calon penumpang yaitu seorang ibu dan anak melalui pemeriksaan Walk Through Metal Detector (WTMD) di Security Check Point (SCP) 2 Bandara Sam Ratulangi Manado.

Pada saat melalui WTMD, alarm WTMD berbunyi karena mendeteksi adanya unsur logam. Sebagaimana prosedur yang berlaku dimana bahan yang mengandung unsur logam wajib dilepaskan untuk dilakukan pemeriksaan, maka personil Avsec meminta calon penumpang tersebut kembali untuk melepaskan jam tangan dan dilakukan pemeriksaan ulang dengan mesin X-Ray. Meski sempat menolak dilakukan pemeriksaan calon penumpang tersebut akhirnya bersedia melepas jam tangan untuk dilakukan pemeriksaan ulang.

“Pemeriksaan calon penumpang dan barang di Bandar Udara sudah diatur oleh Undang-Undang dan petugas kami di lapangan sudah menjalankan sesuai prosedur yang berlaku. Atas kejadian ini kami sangat menyayangkan adanya sikap penolakan dari calon penumpang, karena pemeriksaan yang dilakukan ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan,” ujar Erik Susanto selaku PTS General Manager Bandara Sam Ratulangi.

Sesuai aturan yang berlaku, terhadap calon penumpang yang terindikasi membahayakan keamanan dan keselamatan penerbangan, dilakukan pemeriksaan untuk dimintai keterangan. Sehingga calon penumpang yang menolak dilakukan pemeriksaan tersebut ditunda keberangkatannya setelah diperiksa di kantor Polsek Bandara. Hingga saat ini permasalahan masih dalam proses investigasi oleh pihak kepolisian.

“Petugas Avsec yang mengalami tindakan fisik oleh calon penumpang tidak mengalami luka yang menghambatnya dalam bertugas. Pasca kejadian, petugas tersebut sudah kembali bertugas,” ujar Erik.

Diketahui, pemukulan oleh penumpang Batik Air Id-6271 rute Manado-Jakarta berinisial JW yang adalah isteri Jenderal bintang 1 di Mabes Polri terhadap dua orang Avsec perempuan, Elizabeth Wehantouw dan Amelia Magreani.

Ketika pelaku masuk pintu X-Ray SCP 2 pintu detektor berbunyi karena pelaku memakai jam tangan, sehingga oleh petugas Avsec melakukan pemeriksaan dan meminta agar jamnya di lepas untuk dimasukkan ke dalam X-ray, pelaku tidak terima dengan sikap petugas Avsec dan langsung menampar petugas Avsec.

Selanjutnya, pelaku dibawa ke Polsek Bandara untuk di mintai keterangan kemudian dilakukan mediasi oleh Polsek Bandara. Pelaku kemudian melanjutkan penerbangan dengan flight garuda GA-603 Mdo-Cgk pukul 11.00 Wita dengan mendapat pengawalan dari petugas Polsek Bandara.(hilda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here