PLN Suluttenggo Pastikan Kesiapan Lebaran Tanpa Pemadaman

0
644

Manado, SULUTREVIEW – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah atau Lebaran 2017, PLN wilayah Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo) memastikan tidak akan ada pemadaman listrik.

Hal itu dibuktikan dengan berbagai persiapan yang meliputi pembangkitan, transmisi, pelayanan teknis hingga kesigapan operator. “Dari sisi pembangkitan sudah aman, jumlah personel yang kita siagakan ada sekitar 100 sampai 150 orang yang disebar di wilayah Suluttenggo,” ungkap Manager Transmisi dan Distribusi Andi Imran Karim di sela jumpa pers tentang Kesiapan PLN dalam Menghadapi Lebaran Selasa (20/6/2017).

Manager Transmisi dan Distribusi Andi Imran Karim tengah memberikan keterangan

“Demikian juga dengan tenaga pelayanan teknis ada 1.380 orang yang akan bekerja tiga shift bergantian. Berikut kesiapan 90 kendaraan roda empat, 162 motor dan operator di 25 gardu,” kata Andi sembari menambahkan PLN Suluttenggo selang Juni 2017 telah melakukan pemeliharaan 1.300 gardu.

Lebih jauh tentang piket siaga, PLN Suluttenggo akan memaksimalkan kinerja bahkan sebagaimana instruksi dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menegaskan agar tidak ada pemadaman. “Selama Idul Fitri tidak boleh ada pemadaman dengan alasan pemeliharaan,” tandasnya.

Disebutkan Andi, ke depan terkait dengan keberadaan pepohonan yang kerap menjadi penyebab terjadinya pemadaman bakal ditindaklanjuti dengan melakukan pemangkasan. Akan hal ini pihaknya bersama DPRD berencana membuat peraturan daerah (perda). Dengan maksud masyarakat akan merelakan ketika dilakukan pemangkasan.

Selanjutnya, Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan Soffin Hadi menjelaskan bahwa khusus lebaran PLN menggulir program Promo Gemerlap Lebaran 2017. Yakni potongan biaya penyambungan tambah daya listrik.

Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan Soffin Hadi menjelaskan bahwa khusus lebaran PLN menggulir program Promo Gemerlap Lebaran 2017.

“Bagi rumah ibadah, potongan yang diberikan sebesar 100% atau bebas biaya penyambungan. Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyaman bagi umat saat beribadah, khususnya di bulan Ramadhan. Selain rumah ibadah, seluruh konsumen PLN juga memperoleh kesempatan untuk menambah daya listrik hingga 197 kVA dengan hanya membayar 50% Biaya Penyambungan untuk penambahan daya,” tukasnya.

Pada promo Gemerlap Lebaran 2017, kata Sofin, PLN juga menggratiskan biaya jaminan pelanggan yang merupakan jaminan atas pemakaian daya dan tenaga listrik selama menjadi pelanggan PLN.

“Melalui Promo Gemerlap Lebaran 2017, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mencukupi kebutuhan daya listriknya dengan biaya yang murah. Sebab biasanya pemakaian listrik masyarakat akan meningkat, sehingga membutuhkan daya yang lebih banyak. Program promo berlangsung mulai 15 Juni 2017 hingga 31 Juli 2017 dan untuk mendapatkan kesempatan ini, pelanggan dapat langsung mendaftar ke Contact Center PLN 123,” bebernya.

Jumpa pers diikuti belasan wartawan media cetak, elektronik dan online.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Baringin Nababan mengungkapkan tentang subsidi listrik tepat sasaran. Hal ini penting karena masih banyaknya masyarakat mampu yang menikmati subsidi listrik. “Subsisi listrik hanya untuk masyarakat kurang mampu, yakni 23,1 juta rumah tangga dengan daya 450 VA dan 4,1 juta rumah tangga dengan daya 900 VA. Sehingga yang berhak adalah rumah tangga kurang mampu 40 persen termiksin (25,7 juta) ari 93 juta individu di Indonesia,” kata Baringin.

Menariknya, dari 40% rumah tangga termiskin yang menikmati subsidi hanya 26%. Sedangkan 50% terkaya yang menikmati subsidi 73%. “Seharusnya 40% termiskin menikmati subsidi 100%,” jelasnya.

Subsidi listrik sejatinya adalah untuk keadilan masyarakat dan mempercepat penyediaan listrik bagi 7 juta rumah tangga tanpa listrik, 28 juta individu tanpa listrik dan 2.500 desa yang belum teraliri listrik.

Subsidi listrik di wilayah Suluttenggo hanya diperuntukkan bagi 83.943 rumah tangga kurang mampu.

Di sisi lain, Baringin menyampaikan bahwa terkait subsidi tidak ada kenaikan tarif listrik. Mengingat masyarakat kurang mampu tetap membayar listrik sesuai dengan subsidi. Sedangkan masyarakat mampu yang dulunya menerima subsidi sejak 1 Januari 2017 sesuai dengan harga non subsidi.

Diketahui, untuk wilayah Suluttenggo, tercatat ada 445.436 konsumen dengan daya 900 VA. Tetapi yang mendapat subsidi ada 83.943. Dengan demikian yang tidak disubsidi ada 361.493. Dan dari jumlah tersebut terdapat 117 konsumen yang komplain.(hilda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here