Bersama Kapolres, Hengky-Randito Temui Pimpinan PT Futai & Puluhan Karyawan serta Aktivis Buruh

Bitung, Sulutreview.com– Wali Kota Hengky Honandar SE bersama Wakil Wali Kota Randito Maringka SE serta Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo N Nugroho SIK MH & Sekda Ir I.G.N Rudy Theno ST MT MAP, secara mendadak menemui pimpinan PT Futai dan karyawan serta aktivis buruh di salah satu cafe di Kelurahan Manembo-Nembo Kecamatan Matuari pada Selasa (03/11/2026).

Kedatangan Walikota dan rombongan disambut ketua aktivis buruh Kamiparho Rusdianto Makahinda dan pimpinan manajemen PT Futai.

Kasat Intel Iptu Christian Pardede SIK dalam penyambutan bahwa pertemuan antara PT Futai dan karyawan untuk mencari solusi terkait perusahaan yang akan merumahkan sekira 160-an karyawan yang sementara dibahas dari pagi sampai siang ini.

Sementara itu Rusdianto Makahinda selaku Ketua Kamiparho mengatakan bahwa pertemuan ini salah satu ini bagaimana karyawan tidak dirumahkan dan gaji dapat dibayarkan.

“Makanya kami lakukan pertemuan ini yang dimediasi oleh Disnaker dan pihak kepolisian untuk dapat mencari solusi konkrit agar PT Futai tidak merumahkan dan dapat membayar gaji kepada karyawan,” ujarnya.

Wali Kota Hengky Honandar SE menyampaikan kepada pihak Perusahaan apakah pengolahan limba yang sudah disampaikan lalu agar dapat diperbaiki agar supaya sudah tidak lagi mengganggu masyarakat.

Karena menurut Wali Kota persoalan ini karena pengolahan limbah-nya bermasalah sehingga menimbulkan pencemaran air dan udara.

“Sehingga jika hal itu sudah dibenahi perusahaan, tentu gejolak masyarakat sudah tidak ada lagi sehingga keluhan karyawan soal dirumahkan dan tidak dibayar gaji pasti akan selesai,” kata Wali Kota.

Diskusi pun kian menghangat, dimana Wali Kota terus mengarahkan agar perusahaan dapat menyelesaikan persoalan pengolahan limbah agar tidak lagi ada gejolak yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.

Wakil Wali Kota Randito Maringka S.Sos pun berpendapat disela-sela diskusi mengatakan bahwa sebenarnya apa yang pemerintah sudah sampaikan ke perusahaan yaitu wajib memperbaiki pengolahan limbahnya itu harus wajib ditindaklanjuti.

“Karena inti dari gejolak masyarakat tanjung merah adalah karena pencemaran udara dan air hal itu dikarenakan pengolahan limbahnya yang masih bermasalah,” celetuknya.

Lurah Tanjung Merah Bartje Ticoalu mengatakan bahwa pengolahan limba PT Futai sudah selesai tinggal akan melakukan uji coba atau trial lagi.

Hadir juga Kadis Tenaga Kerja Hi Rahmat Dunggio SH, Kadis DLH Merianti Dumbela MAP, Ahli Mediator Hubungan Industrial Ahli Muda Ronald Walujan, Camat Matuari Fonda Orah SE Puluhan aktivis buruh Kamiparho.

Pihak Manajemen PT Futai Ibu Ani mengatakan bahwa terkait harapan para karyawan pihaknya sudah menulis dan akan menyampaikan kepada pimpinannya yang lebih tinggi lagi

Sementara itu dalam pertemuan ini, belum mendapat titik temu sebab pertemuan akan berlanjut pada 5 November mendatang.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *