DLH Manado Gandeng Pramuka, Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini


MANADO, Sulutreview.com – Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat edukasi dan kepedulian terhadap lingkungan hidup dengan melibatkan generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan Gerakan Pramuka Peduli Lingkungan yang digelar di Hotel Grand Luley Manado, 29–30 Oktober 2026.

Sekretaris Kota Manado, Steaven Dandel, saat membuka kegiatan tersebut, Jumat (29/10/2026), mengatakan keterlibatan Pramuka menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan program pemerintah, khususnya DLH, dengan gerakan kepanduan.

Menurut Dandel, generasi muda memiliki peran penting sebagai penyambung informasi sekaligus penggerak di tengah masyarakat dalam membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Anak Pramuka sekarang adalah Gen Alfa dan berdasarkan data, isu lingkungan atau sustainability lebih tinggi di kalangan Gen Alfa,” ungkap Dandel.

Ia menjelaskan, Pemkot Manado terus berupaya melakukan pembenahan terhadap berbagai persoalan lingkungan, terutama masalah sampah. Karena itu, generasi muda perlu dibekali pengetahuan dan kesadaran sejak dini agar mampu memahami tantangan lingkungan yang akan dihadapi pada masa mendatang.

Dandel berharap anggota Pramuka tidak hanya memahami persoalan tersebut, tetapi juga memiliki kesiapan dan tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam menjaga lingkungan.

Ia menambahkan, anggota Pramuka merupakan calon generasi penerus pembangunan yang kelak akan menjadi pemimpin. Karena itu, selain memiliki kemampuan dan karakter kepemimpinan, mereka juga harus mempunyai kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Manado, Pontowuisang Kakauhe, menjelaskan kegiatan Gerakan Pramuka Peduli Lingkungan diikuti oleh 23 sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Manado.

Kegiatan ini bertujuan membangun pengetahuan, sikap, keterampilan, serta kepedulian lingkungan anggota Pramuka melalui edukasi, praktik, aksi nyata, dan aktivitas kepramukaan.

Secara khusus, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai persoalan lingkungan dan pengelolaan sampah, termasuk penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk mengembangkan keterampilan memilah sampah sejak dari sumbernya, sekaligus mendorong generasi muda menjadi pelopor perilaku ramah lingkungan.

DLH juga berharap edukasi yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

“Kami berharap komitmen Pramuka sebagai pelopor pengelolaan sampah dapat diterapkan secara nyata di sekolah, di rumah dan lingkungan masing-masing,” pungkas Kakauhe.(anq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *