BITUNG, Sulutreview.com— Ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bitung..
Mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air bersih, membuat Perumda Air Minum Duasudara Bitung menyatakan siap memperkuat kolaborasi bersama BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Bitung.
Langkah taktis ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan yang dapat berdampak langsung terhadap masyarakat, khususnya di wilayah yang rawan mengalami keterbatasan pasokan air.
Direktur Perumda Air Minum Duasudara Bitung, Alfred Salindeho, SE, MM, menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi sangat penting dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Menurut Alfred, Perumda Air Minum Duasudara siap bersinergi dengan BPBD untuk memetakan potensi persoalan di lapangan sekaligus menyiapkan langkah cepat apabila terjadi gangguan terhadap ketersediaan air bersih.
“Ini merupakan langkah taktis untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan. Kami siap berkolaborasi dengan BPBD dalam mengantisipasi dampak kemarau panjang,” ujar Alfred.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjadi langkah preventif Pemerintah Kota Bitung dalam menjaga kebutuhan dasar masyarakat. Sebab, ketika kemarau berkepanjangan terjadi, persoalan air bukan sekadar masalah pelayanan, tetapi menyangkut kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari.
Perumda Air Minum Duasudara juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan tidak melakukan pemborosan selama kondisi kemarau berlangsung.
Dengan sinergi Perumda Duasudara dan BPBD, kesiapsiagaan menghadapi kemarau panjang terus diperkuat—demi memastikan kebutuhan air bersih masyarakat Kota Bitung tetap terjaga.
Hal ini terungkap dalam pertemuan Plt Kaban BPBD Bitung Welmy Kalangit SE dengan Alfred Salindeho SE MM dan Manager Keuangan Joubert Kusoy SE, Pengawas Jeffry Wowiling M.SI dan Frangky Lady SSTP.(zet)






