BI Proyeksi Ekonomi Sulut Tumbuh Hingga 6,3% di 2026, Hilirisasi Kelapa Jadi Kunci

Manado, Sulutreview.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Sulawesi Utara yang dirangkaikan dengan Bincang Ekonomi bertema “Penguatan Hilirisasi Kelapa sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara” pada Kamis (30/7/2026).

Forum strategis ini diselenggarakan sebagai bagian dari peran Bank Indonesia (BI) sebagai strategic advisor dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang mendukung akselerasi pembangunan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, akademisi, dan pelaku usaha.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara (KPw BI Sulut), Purwanto menyampaikan gambaran menyeluruh mengenai kinerja perekonomian daerah berdasarkan LPP periode Mei 2026.

Ia mengonfirmasi bahwa fondasi ekonomi Sulut berada pada jalur yang kuat dan stabil.

​”Perekonomian Sulawesi Utara pada Triwulan I 2026 tetap tumbuh positif sebesar 5,54% (yoy), ditopang oleh permintaan domestik meskipun melambat dari triwulan sebelumnya 5,95% (yoy) dan sedikit di bawah nasional 5,61% (yoy). Pertumbuhan ditopang oleh aktivitas domestik pada HBKN dan libur keagamaan awal tahun,” ujarnya saat membuka pemaparan indikator makro daerah.

​Dari sisi pembentukan harga, stabilitas laju inflasi daerah dinilai tetap terjaga di tengah tekanan momentum keagamaan.

Ia menjelaskan bahwa inflasi Sulut pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar 2,20% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 1,23% (yoy), namun masih berada pada rentang target sasaran 2,5% ± 1%.

Kenaikan inflasi secara tahunan didorong utamanya oleh tarif listrik, emas perhiasan, dan beras, sementara penurunan harga komoditas hortikultura seperti tomat, daging babi, dan cabai rawit turut menahan laju inflasi. Untuk memitigasi risiko pasokan di sisi hulu, BI Bersama Tim Pengendalain Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat strategi Kerjasama Antar Daerah (KAD) serta meluncurkan program pelatihan Petani Unggulan Sulawesi Utara (PATUA).

Guna mencapai batas atas proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut, Bank Indonesia menjelaskan pentingnya penguatan sektor-sektor berbasis komoditas lokal, dengan menempatkan komoditas kelapa sebagai jangkar utama akselerasi hilirisasi industri di Bumi Nyiur Melambai.

​”Kelapa memiliki peran strategis dalam struktur perekonomian Sulawesi Utara. Tanaman perkebunan menyumbang sekitar 38,13% terhadap subsektor pertanian dan peternakan, sementara luas perkebunan rakyat kelapa mencapai sekitar 264,60 ribu hektare. Dengan luasan tersebut, Sulawesi Utara menempati peringkat kedua sebagai provinsi dengan areal perkebunan kelapa terluas di Indonesia,” sebutnya.

​Purwantor juga menekankan bahwa keunggulan komparatif kelapa Sulut harus segera ditransformasikan menjadi keunggulan kompetitif. Hal ini dibuktikan oleh kinerja ekspor turunan kelapa (HS-15) yang tetap tumbuh 5,89% pada periode Januari–Mei 2026 dengan pangsa pasar dominan sebesar 73,48% ke negara tujuan seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Filipina. Penguatan ekosistem kelapa dinilai perlu dilakukan dari sisi perbaikan produktivitas hulu hingga keanekaragaman produk turunan seperti Virgin Coconut Oil (VCO), santan, dan nata de coco.

​Ia mengajak seluruh jajaran lintas instansi untuk memfokuskan komitmen pada eksekusi rekomendasi hilirisasi demi kesejahteraan masyarakat luas.

​Perekonomian Sulut, sebutnya tetap memiliki prospek yang kuat. Namun, untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan, diperlukan penguatan sumber-sumber pertumbuhan baru yang berbasis pada potensi unggulan daerah.

“Melalui kehadiran para narasumber kompeten pada hari ini, kami berharap forum ini dapat memberikan perspektif, pengalaman, dan rekomendasi yang konkret sebagai masukan bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah pengembangan ekosistem kelapa Sulawesi Utara dari hulu hingga hilir,” pungkasnya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *