Manado, Sulutreview.com — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulur) memperluas jaringan distribusi uang Rupiah di wilayah kepulauan dengan mentransformasi tiga lokasi Kas Titipan menjadi Sentra Kas Mitra (SKM) Utama.
Tiga wilayah yang menjadi fokus perubahan ini berada di kawasan Kepulauan Nusa Utara, yaitu Siau, Tahuna, dan Melonguane. Langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengelolaan SKM Utama antara BI Sulut bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo).
Kepala KPw BI Provinsi Sulut, Joko Supratikto, menyampaikan bahwa keberadaan SKM Utama di Kepulauan Tahuna, Melonguane, dan Siau dapat meningkatkan layanan distribusi uang Rupiah serta memberikan akses layanan kas yang lebih dekat, cepat, dan efisien bagi perbankan maupun masyarakat. Transformasi ini juga menjadi langkah nyata BI bersama sektor perbankan dalam mewujudkan visi Blueprint Pengelolaan Uang Rupiah 2024–2030.
”Transformasi Kas Titipan menjadi SKM Utama merupakan bentuk nyata sinergi Bank Indonesia dengan perbankan untuk memastikan uang Rupiah senantiasa tersedia dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dan dengan kualitas layak edar di seluruh wilayah,” ujar Joko.
Lebih lanjut, Joko menekankan bahwa meskipun BI terus mendorong akselerasi sistem pembayaran digital, penyediaan uang tunai yang berkualitas tetap menjadi prioritas utama, khususnya bagi kawasan perbatasan dan wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
”Sinergi kita dalam upaya perluasan sistem pembayaran digital juga perlu dibarengi dengan penyediaan uang Rupiah fisik yang layak edar dan inklusif guna memastikan ketersediaan uang tunai yang memadai bagi seluruh masyarakat, termasuk di wilayah 3T,” tandasnya.
Hadirnya Sentra Kas Mitra Utama ini membawa ruang lingkup layanan kas yang lebih komprehensif, mulai dari penyetoran dan penarikan uang Rupiah, pengolahan uang, hingga penukaran uang Rupiah di dalam maupun luar kantor.
Selain itu, SKM Utama juga difungsikan sebagai pusat edukasi mengenai Rupiah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat di kepulauan. Lewat sinergi berkelanjutan ini, BI dan bank pengelola berkomitmen untuk menjaga ketersediaan likuiditas perbankan serta mendukung kebijakan clean money policy hingga ke seluruh pelosok wilayah Kepulauan Nusa Utara.
Penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Kepulauan Siau tersebut dihadiri Area Head Manado PT Bank Mandiri Rd Darojat Wirabuana, Kepala Bank SulutGo Kantor Cabang Melonguane Stevie P Maringka, serta Kepala Bank SulutGo Cabang Siau Cheryl L Humiang.(hilda)






