Hadirkan Kampus Aman dan Inklusif, FEB Unsrat Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan

Dekan FEB Unsrat saat menyampaikan pesan kepada peserta. Foto:ist

Manado, Sulutreview.com — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi (FEB Unsrat) melaksanakan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi pada Selasa (14/7/2026).

Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen nyata fakultas dalam menciptakan iklim akademik yang aman, inklusif, dan sepenuhnya bebas dari segala bentuk kekerasan.

​Agenda yang berlangsung secara interaktif ini diikuti oleh jajaran dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa di lingkungan FEB Unsrat.

Acara dibuka langsung oleh Dekan FEB Unsrat, Dr. Victor P.K. Lengkong, yang menyampaikan pentingnya konsistensi seluruh elemen fakultas dalam menjaga ruang belajar yang kondusif.

​”Lingkungan belajar yang ideal harus dibangun di atas landasan profesionalisme, etika, dan rasa saling menghormati. Menjamin perlindungan bagi seluruh sivitas akademika dari ancaman kekerasan adalah prioritas utama kita bersama demi menjaga marwah perguruan tinggi,” ujar Lengkong.

​Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, FEB Unsrat menghadirkan narasumber dari Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unsrat, Dr. Ir. Josephine Louise Pinky Saerang, M.P.

Dalam pemaparannya, ia mengupas tuntas klasifikasi kekerasan yang kerap berpotensi terjadi di area kampus, mulai dari kekerasan fisik, psikis, perundungan (bullying), diskriminasi, kekerasan seksual, hingga bahaya penyalahgunaan relasi kuasa.

​Saerang menekankan bahwa penanganan kasus tidak boleh hanya berfokus pada penindakan, melainkan harus memperkuat sistem pencegahan dan perlindungan terhadap korban.

​”Pencegahan kekerasan di perguruan tinggi membutuhkan mekanisme yang transparan dan berkeadilan. Setiap proses pelaporan wajib menjamin kerahasiaan identitas korban serta memberikan pendampingan yang tepat agar hak-hak mereka terlindungi secara maksimal,” ucapnya.

​Selanjutnya, untuk sesi diskusi berlangsung dinamis saat para dosen dan mahasiswa melontarkan berbagai tanggapan serta pertanyaan terkait peran aktif yang bisa diambil civitas akademika dalam merespons potensi kekerasan di sekitar mereka.

​Melalui penyelenggaraan sosialisasi ini, FEB Unsrat berharap seluruh civitas akademika semakin peka dan memiliki pemahaman mendalam mengenai prosedur penanganan kekerasan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting bagi pihak fakultas untuk memperkuat budaya akademik yang berlandaskan integritas, etika, penghormatan terhadap martabat manusia, serta rasa tanggung jawab kolektif.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *