Manado, Sulutreview.com — Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menunjukkan keseriusan penuh dalam menjamin ketertiban dan objektivitas proses penerimaan mahasiswa baru.
Menjelang pelaksanaan ujian jalur Mandiri Tumou Tou (T2) Tahun 2026 yang akan diikuti ribuan peserta, pihak kampus membekali para calon pengawas dengan penguatan teknis dan pemahaman tata tertib secara menyeluruh.
Langkah antisipatif ini diambil agar pelaksanaan ujian berjalan seragam dan transparan di setiap titik pengawasan. Dalam rapat persiapan yang berlangsung di Pusat TIK Unsrat pada Rabu, 1 Juli 2026, panitia memastikan seluruh sarana pendukung hingga sistem pengawasan telah siap 100 persen untuk menyambut 3.330 peserta yang terdaftar.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unsrat sekaligus Ketua Panitia Seleksi, Prof. Ir. Arthur G. Pinaria, MP, PhD, mengatakan bahwa kesiapan infrastruktur dan teknis pengawasan menjadi kunci utama kelancaran seleksi tahun ini.
”Semua instrumen pendukung ujian jalur mandiri T2 telah siap dan ujiannya akan berlangsung tanggal 6 sampai 10 Juli 2026,” tegas Prof. Arthur di hadapan jajaran panitia dan calon pengawas.
Guna menjaga kenyamanan serta mengurai penumpukan peserta di lokasi, ujian yang berlangsung selama lima hari dari Senin hingga Jumat tersebut dirancang ketat dalam skema tiga sesi harian.
Sesi pagi akan dimulai sejak pukul 06.30 hingga 09.30 Wita, dilanjutkan sesi kedua pada pukul 10.00 hingga 13.10 Wita, dan ditutup dengan sesi sore yang berlangsung dari pukul 13.30 sampai 16.40 Wita.
Melalui pembekalan intensif yang dipandu oleh Dr. Ir. Esry Laoh, MS dan Ir. Noldy G.F. Mamangkey, SPi, MSc, PhD, Unsrat berharap para pengawas mampu menjalankan tugas secara profesional, sehingga seleksi berintegritas untuk menjaring calon mahasiswa terbaik dapat terwujud tanpa hambatan teknis.(hilda)






